Mari berkenalan dengan novel “Sementara, Selamanya” yang merupakan skrip dari sebuah miniseries karya Ika Natassa. Penulis Indonesia yang sudah menulis berbagai buku. Dengan 80 halaman utama serta beberapa halaman tambahan, aku tidak membutuhkan waktu yang lama untuk selesai membacanya. Namun, karena aku tidak menduga seperti apa endingnya, masih saja terbawa perasaan. Dalam cerita, aku mendapati ada 2 tokoh utama serta 2 tokoh pendukung. Jika diingat-ingat, perkiraanku meleset. Pada awalnya aku memperkirakan bahwa tokoh utama berstatus pacaran. Namun, ternyata tokoh utama merupakan suami-istri bernama Saka dan Zara. Tokoh pendukung yaitu ibunya Saka dan Mbok Sri. Selama pandemi, apa kamu pernah mengetahui ada karya terbaru dari penulis favoritmu? Novel “Sementara, Selamanya” mengambil latar suasana pandemi serta diterbitkan saat pandemi lho. Atau kamu adalah pejuang LDR? Saka dan Zara adalah suami-istri yang akhirnya merasakan seperti apa LDR saat pandemi belum berakhir Dari ...
Aku tertarik dengan kalimat dalam buku “Aku menulis maka aku ada” karya Maman Suherman pada halaman 104. Yang mana dikatakan bahwa bukan seberapa panjang kutipan yang kita buat, akan tetapi yang lebih penting adalah gagasan apa yang kita sampaikan. Menurutku, itu bisa diterapkan ke dalam giveaway yang sering kali aku ikuti. Ya, kemarin aku mengikuti giveaway di akun Twitter Kang Maman untuk mendapatkan buku “Re dan peRempaun.” Aku sampaikan apa alasan ingin membaca buku tersebut dengan teringat kalimat halaman 104. “Saya pilih buku Re dan peRempuan. Mau baca lebih lengkap kisah kehidupan Mbak Re: tuk pembelajaran diri. Melalui gaya penuturan Kang Maman yang informatif, menggelitik dan bikin saya terisak. Mbak Re: terima kasih sdh hadir bersama kami #jnebukukopi.” Tidak disangka komentarku dalam giveaway tersebut di-retweet oleh Kang Maman. Kemudian berhasil memenangkan hadiah buku “Re dan peRempuan” beserta Kopi Menggairahkan yang juga sempat aku dapatkan sebelumnya di give...