Budaya konsumtif yang dibahas di berbagai media sosial, membuatku mempertanyakan diri sendiri. “Apakah ketika aku hendak membeli barang, berdasarkan keinginan atau memang sedang dibutuhkan?”
Misalnya, saat ada diskon buku sekian persen, dengan mempertimbangkan rak buku yang melampaui kapasitas penyimpanan, lantas aku memberhentikan sementara membeli buku. Kalau pun mau menambah buku bacaan, mesti yang aku butuhkan dalam waktu dekat.
“Jika tidak tegas terhadap diriku sendiri, besar kemungkinan orang lain atau sesuatu di luar diri yang akan berperilaku seperti itu kepadaku. Besar kemungkinan itulah yang akan mengendalikanku.”
Mengkonsumsi, memiliki, dan melakukan sesuatu tentunya boleh-boleh saja, asalkan tahu bahwa itu tidak berdampak buruk bagi diri sendiri. Bagaimana caranya tahu? Ikuti kata hati.
Bicara budaya konsumtif, suatu hari aku menyaksikan sebuah tayangan di akun Youtube Telkomsel yang berjudul “Poor Mindset vs Rich Mindset” dengan menampilkan Desi Anwar beserta gagasannya. Membaca judul tersebut, aku jadi teringat buku Mindset karya Carol S. Dweck. Sayangnya aku belum membacanya.
Desi Anwar menyampaikan bahwa seseorang yang memiliki poor mindset bisa diamati dari bagaimana caranya membeli barang. Banyak belanja tanpa mempertimbangkan itu adalah keinginan atau kebutuhan. Sudah memilikinya atau belum. Secara singkat, “Membeli tanpa berpikir, karena sekadar kesenangan sesaat.”
Aku teringat masa sekolah ketika ikut-ikutan membeli sweater. Saat itu teman satu kelas banyak yang membelinya juga. Sesampainya di tanganku, sweater tersebut tidak terpakai karena ukurannya terlalu besar dan bahannya panas. Alhasil hingga kini hanya tersimpan di lemari. Semoga aku tidak mengulanginya lagi di kemudian hari!
Beralih ke rich mindset yang membeli dan memiliki barang berdasarkan kegunaannya, aku mulai menerapkan mindset ini dalam kehidupanku. Contohnya saat ada promo tanggal cantik yang membuatku melirik, “Mantap nih harganya, tapi aku sedang tidak membutuhkannya dalam waktu dekat. Kemudian, jika kubeli, barang ini bisa kupakai terus-menerus atau tidak nantinya?”
Lain waktu semoga aku dapat menuliskan refleksi hidup mengenai mindset dari buku, dari apa yang aku tonton, dari pengalaman orang lain, dan dari pengalamanku sendiri. Semoga!
Komentar