Langsung ke konten utama

“Dialog Diri: Saling Menghormati”

Sekian lama tidak menulis dialog diri, kini aku terinspirasi dari sebuah novel berjudul “Pulang-Pergi” karya Tere Liye. “Kita saling menghormati keputusan teman. Kau tidak suka keputusanku, tapi kau menghormatinya. Besok lusa, aku tidak setuju keputusanmu, aku akan menghormatinya dengan segenap darahku.”

Tepat di halaman 351, novel itu turut memberikan pemahaman baru kepadaku. Betapa banyak keputusan-keputusan orang yang pernah tidak kusetujui, akan tetapi secara langsung atau pun tidak langsung juga tidak kuhormati.

Misalnya, ketika seorang teman bercerita mengenai suatu pilihan untuk hidupnya sendiri. Mungkin sering kali ucapan, pikiran, dan tindakanku membuatnya tidak enak hati serta tidak enak pikiran. Padahal bisa saja teman bercerita agar aku tahu, agar pikirannya tenang, dan pada saat tertentu berkemungkinan untuk meminta saran kepadaku.

Membaca novel berjudul “Pulang-Pergi” yang berisikan mengenai pertarungan, membuatku sadar barangkali yang dibutuhkan seorang teman bukan saja aku yang siap sedia ketika dibutuhkan. Namun, bagaimana aku merespon apa yang dilakukannya.

Mengingat ada masanya aku fokus dengan rutinitasku, teman fokus dengan rutinitasnya masing-masing. Ada masanya teman membutuhkanku untuk urusannya dan boleh jadi besok lusa, aku yang membutuhkan temanku untuk urusan tertentu.

Terima kasih kuucapkan teruntuk karya Tere Liye berupa novel yang menjadi bacaanku dikala masih menjalani PPKM pada bulan Agustus 2021. Melalui novel tersebut, aku mencoba memahami bagaimana menjadi seorang teman yang sejati, salah satunya dengan cara saling menghormati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemandian Air Panas Sangkanhurip Kuningan

Kali ini artikel berasal dari Taman Rekreasi Sangkanurip Alami. Di sana terdapat berbagai fasilitas yang bisa kamu dapati. Apa saja, ya? Yuk, lanjutkan bacanya. Taman Rekreasi Sangkanurip Alami berlokasi di Desa Sangkanurip, Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Yang mana fasilitas rekreasi tersebut terdiri dari kolam renang air panas alam, kolam renang air dingin, luncuran naga, kolam renang anak-anak, kolam renang balita, kamar mandi air panas, panggung hiburan, dan kios cinderamata. Dengan berbagai fasilitas tersebut, aku tidak perlu khawatir kocek terkuras habis karena biaya masuk hanya berkisar Rp 12.000,- untuk kategori dewasa dan ada juga Rp 10.000,- untuk kategori usia anak-anak. Sebelum mencoba menyelamkan diri di kolam renang air dingin, aku mencoba merendamkan diri di kolam renang air panas alam. Wah, jangan diragukan lagi deh panasnya! Ada salah satu pengunjung taman rekreasi yang mengatakan jika telur dicemplungkan ke dalam air panas itu pasti tidak menunggu waktu yang l...

"Dialog Diri: Mindset"

Budaya konsumtif yang dibahas di berbagai media sosial, membuatku mempertanyakan diri sendiri. “Apakah ketika aku hendak membeli barang, berdasarkan keinginan atau memang sedang dibutuhkan?” Misalnya, saat ada diskon buku sekian persen, dengan mempertimbangkan rak buku yang melampaui kapasitas penyimpanan, lantas aku memberhentikan sementara membeli buku. Kalau pun mau menambah buku bacaan, mesti yang aku butuhkan dalam waktu dekat. “Jika tidak tegas terhadap diriku sendiri, besar kemungkinan orang lain atau sesuatu di luar diri yang akan berperilaku seperti itu kepadaku. Besar kemungkinan itulah yang akan mengendalikanku.” Mengkonsumsi, memiliki, dan melakukan sesuatu tentunya boleh-boleh saja, asalkan tahu bahwa itu tidak berdampak buruk bagi diri sendiri. Bagaimana caranya tahu? Ikuti kata hati. Bicara budaya konsumtif, suatu hari aku menyaksikan sebuah tayangan di akun Youtube Telkomsel yang berjudul “ Poor Mindset vs Rich Mindset ” dengan menampilkan Desi Anwar beserta gag...

"Dialog Diri: Giveaway Buku"

Aku tertarik dengan kalimat dalam buku “Aku menulis maka aku ada” karya Maman Suherman pada halaman 104. Yang mana dikatakan bahwa bukan seberapa panjang kutipan yang kita buat, akan tetapi yang lebih penting adalah gagasan apa yang kita sampaikan. Menurutku, itu bisa diterapkan ke dalam giveaway yang sering kali aku ikuti. Ya, kemarin aku mengikuti giveaway di akun Twitter Kang Maman untuk mendapatkan buku “Re dan peRempaun.” Aku sampaikan apa alasan ingin membaca buku tersebut dengan teringat kalimat halaman 104. “Saya pilih buku Re dan peRempuan. Mau baca lebih lengkap kisah kehidupan Mbak Re: tuk pembelajaran diri. Melalui gaya penuturan Kang Maman yang informatif, menggelitik dan bikin saya   terisak. Mbak Re: terima kasih sdh hadir bersama kami #jnebukukopi.” Tidak disangka komentarku dalam giveaway tersebut di-retweet oleh Kang Maman. Kemudian berhasil memenangkan hadiah buku “Re dan peRempuan” beserta Kopi Menggairahkan yang juga sempat aku dapatkan sebelumnya di give...