Aku tertarik dengan kalimat dalam buku “Aku menulis maka aku ada” karya Maman Suherman pada halaman 104. Yang mana dikatakan bahwa bukan seberapa panjang kutipan yang kita buat, akan tetapi yang lebih penting adalah gagasan apa yang kita sampaikan.
Menurutku, itu bisa diterapkan ke dalam giveaway yang sering kali aku ikuti. Ya, kemarin aku mengikuti giveaway di akun Twitter Kang Maman untuk mendapatkan buku “Re dan peRempaun.” Aku sampaikan apa alasan ingin membaca buku tersebut dengan teringat kalimat halaman 104.
“Saya pilih buku Re dan peRempuan. Mau baca lebih lengkap kisah kehidupan Mbak Re: tuk pembelajaran diri. Melalui gaya penuturan Kang Maman yang informatif, menggelitik dan bikin saya terisak. Mbak Re: terima kasih sdh hadir bersama kami #jnebukukopi.”
Tidak disangka komentarku dalam giveaway tersebut di-retweet oleh Kang Maman. Kemudian berhasil memenangkan hadiah buku “Re dan peRempuan” beserta Kopi Menggairahkan yang juga sempat aku dapatkan sebelumnya di giveaway Instagram @sundulman.
Aku berharap dengan mempelajari gaya penuturan Kang Maman melalui karya-karyanya, aku dapat menulis dengan baik di kemudian hari. Tulisan yang tidak hanya berupa rangkaian kata saja, melainkan berisi gagasan yang bergizi. Punya nilai-nilai kehidupan.
Bukan sekadar pelampiasan yang membawa energi negatif bagi pembaca. Karena aku menyadari kekuatan kata-kata. Lebih tajam dari sebilah pedang dan dapat memengaruhi pola pikir manusia.
Entah kenapa sejak kali pertama mendapatkan buku “Aku menulis maka aku ada” dari giveaway-nya Kang Maman yang diberikan secara gratis, aku mendapati semangat untuk terus berkarya. Mengingat bukunya memang berkualitas.
Terhitung dua kali aku memenangkan buku karya Kang Maman melaui team manajemennya, kini sedang menantikan kedatangan buku “Re dan peRempuan.”
Komentar