“Aku mendengar beragam suara. Yang aku yakini sebagai diriku sendiri. Tapi di satu sisi, seperti ada sosok yang hilang. Tanpa disadari kepergiannya.” Dahulu sekali aku meyakini bahwa menjadi orang yang baik terhadap semua orang merupakan pilihan yang tepat. Sedih ketika tidak dapat membantu, selalu mengatakan setuju saat ada yang meminta bantuan, dan tidak mau merepotkan orang. Sehingga orang yang tak dikenal pun turut memanfaatkan kesempatan tersebut. Kini aku tersenyum jika mengingat diriku yang dulu. Dan semakin mengembang tatkala mendapati pertanyaan, “Siapa aku?” Bisakah kamu menjawab pertanyaan tersebut tanpa ada campuran dari pendapat orang lain tentang dirimu sendiri? Bisakah kamu menjawab pertanyaan tersebut tanpa ragu-ragu? Bisakah kamu meyakinkan dirimu sendiri seperti itulah dirimu? Siapa aku? Bisa menjadi kekhawatiran pagi, siang, sore, dan malam dikarenakan membayangkan orang-orang berpikir tentang diriku. Semakin ke sini, pertanyaan sesederhana itu mampu membua...
"Catatan Kehidupan yang Dikemas dengan Kesederhanaan"