Dalam buku Jackson Mackenzie berjudul
“Kembali pulih: menyembuhkan hati dan menemukan kembali jati diri dari hubungan
yang tak sehat dan luka emosional”, ada pembahasan-pembahasan dari pertanyaan
di atas.
Buku ini terdiri dari 4 bagian,
diantaranya yakni bagian pertama membahas pedoman, bagian kedua membahas
menganalisis pertahanan diri, bagian 3 tentang dekonstruksi diri yang
melindungi, dan bagian keempat mengenai menyembuhkan luka mendalam.
Di
bagian pertama yang merupakan pedoman,
Jackson menjelaskan bahwa tujuannya adalah menyelesaikan masalah dengan
pendekatan psikologi klasik dan beberapa konsep alternatif: luka terdalam,
pertahanan diri atau pemahaman diri yang salah, cinta, dan juga mindfulness.
Pada bagian pedoman, penulis yang juga
menuliskan buku berjudul “Psychopath Free” memberitahu pembaca bahwa terapis
mendiagnosis dirinya mengalami gangguan stress pascatrauma/ PTSD (Post Traumatic Disorder), dan gangguan
kepribadian menghindar (AVPD- Avoidant
Personality Disorder). Mengingat buku ini mengupas tentang PTSD dan aku pun
belum pernah mencaritahu lebih dalam, akhirnya memutuskan untuk terus membaca
hingga tuntas.
Selama membaca, aku menghimbau diri
sendiri untuk tidak self-diagnose.
Sehingga tujuan membaca tersebut sebagai pembelajaran dari apa saja yang Jackson Mackenzie suguhkan di
bukunya.
Di
bagian kedua membahas tentang menganalisis pertahanan diri. Pada
halaman 169, Jackson menyampaikan bahwa, “Ingatlah, pertahanan diri akan selalu
membuatmu yakin bahwa kamu baik-baik saja dan tidak ada yang salah dalam
dirimu, itu semua untuk melindungimu dari rasa sakit yang tak tertahankan.”
“Kamu perlu belajar cara melindungi diri
sehingga pertahanan dirimu tidak harus melakukannya untukmu.” –Halaman 251-

Komentar