Barangkali buku yang kubaca hingga tuntas tidak sebanyak kamu, temanku, dan orang-orang yang baru kukenal di dunia nyata maupun dunia maya. Nah, dalam dialog diri ini, kuceritakan bagaimana proses hingga bisa membaca buku yang sebelumnya kerap masuk dalam wishlist bacaan. Menabung untuk Membeli Buku Ketika hendak membaca buku yang benar-benar aku butuhkan, terlebih dahulu mengumpulkan uang dari hasil freelance yang sedang kujalani. Apalagi ketika harga buku tersebut dirasa tidaklah mudah dijangkau oleh keuanganku. Namun, aku menyadari bahwa gagasan yang disampaikan oleh penulis buku memiliki beragam manfaat. Di antaranya untuk menambah sudut pandang, untuk bahan refleksi diri, untuk menambah wawasan, dan sering kali juga sebagai motivasi eksternal saat menjalani kehidupan yang berisi ketidakpastian. Pada titik ini, aku menabung kemudian ketika sudah terkumpul dengan nominal tertentu, kugunakan untuk membeli buku. Teringat pepatah, “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian...
"Catatan Kehidupan yang Dikemas dengan Kesederhanaan"