Langsung ke konten utama

Akun Instagram Inspiratif untuk Mengenal Diri

Beragam peristiwa sudah aku alami di usia dewasa muda. Kegagalan, pertanyaan yang terkadang ‘menyentuh’ ranah privasi, kegalauan masa lalu, dan kecemasan akan masa depan. Sebagai orang yang mudah mendapatkan akses media sosial, ada akun-akun Instagram berikut ini yang membantuku untuk mengenal diri sendiri serta memberikan sudut pandang baru tentang kehidupan.

Perempuan Berkisah

Tidak tahu sejak kapan aku menjadi follower akun @perempuanberkisah.id di Instagram, yang jelas menjadi follower-nya adalah sesuatu yang patut aku syukuri. Kenalan dulu sama komunitas ini, yuk!

Seperti namanya, kita akan mendapati postingan yang berisikan berbagai kisah para perempuan. Pengirim kisah disebut sebagai sender. Untuk menjaga privasi dan tentunya sebagai ruang aman perempuan, identitas sender tidak dipublikasikan.

Karena merasa kehadiran komunitas ini memiliki visi dan misi yang sesuai dengan prinsip hidupku,  sehingga aku terbiasa membaca tuntas kisah yang diposting, respon konselor team @perempuanberkisah.id, dan komentar para followers terkait kisah tersebut. 

Sesekali aku juga ikut berkomentar, minimal untuk memberikan semangat kepada sender mengenai permasalahan yang sedang dihadapi. Aku sadar bahwa, “Tidak semua permasalahan pernah terjadi dalam hidupku dan belum tentu bisa sekuat para sender. Oleh karena itu, aku berupaya berhati-hati ketika mengomentari sesuatu.”

Tidak hanya sebagai ruang aman, Perempuan Berkisah juga merupakan media pemberdayaan, katalisator perubahan serta melayani konseling. Selama pandemi pun sudah banyak aktivitas daring yang disediakan, aku ingat pernah ikut webinar di Zoom tentang “Journaling berbasis mindfulness”, bisa ditonton di akun Youtube Perempuan Berkisah.

Yuk, belajar bersama Perempuan Berkisah dengan mem-follow akun Instagramnya, Youtubenya, dan kunjungi juga website https://www.perempuanberkisah.id/

Adjie Santosoputro

Boleh dikatakan munculnya minatku untuk mempelajari emotional healing and mindfulness berawal dari membaca postingan Mas @adijesantosoputro di Instagram serta menonton akun Youtubenya.

Pada suatu kesempatan, aku ikut IG Live yang Mas Adjie adakan yakni “Meditasi Bersama.” Dengan suaranya yang khas dan pemahamannya mengenai mindfulness serta emotional healing, IG Live tersebut terasa hanya sebentar saja.

Untuk mengenal lebih dekat karyanya, ada beberapa buku yang sudah ditulis oleh praktisi emotional healing and mindfulness ini, di antaranya buku-buku berjudul Merawat bahagia, Sejenak hening, dan Mengheningkan cinta.

Sampai saat ini aku baru belajar sedikit mengenai empati, emotional healing, dan mindfulness. Terima kasih banyak untuk komunitas @perempuanberkisah.id serta Mas @adjiesantosoputro yang sudah hadir di media sosial. Kehadiran kalian membawa kesejukan untuk bisa mengenal diri sendiri, saling menyemangati, dan belajar tiada henti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemandian Air Panas Sangkanhurip Kuningan

Kali ini artikel berasal dari Taman Rekreasi Sangkanurip Alami. Di sana terdapat berbagai fasilitas yang bisa kamu dapati. Apa saja, ya? Yuk, lanjutkan bacanya. Taman Rekreasi Sangkanurip Alami berlokasi di Desa Sangkanurip, Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Yang mana fasilitas rekreasi tersebut terdiri dari kolam renang air panas alam, kolam renang air dingin, luncuran naga, kolam renang anak-anak, kolam renang balita, kamar mandi air panas, panggung hiburan, dan kios cinderamata. Dengan berbagai fasilitas tersebut, aku tidak perlu khawatir kocek terkuras habis karena biaya masuk hanya berkisar Rp 12.000,- untuk kategori dewasa dan ada juga Rp 10.000,- untuk kategori usia anak-anak. Sebelum mencoba menyelamkan diri di kolam renang air dingin, aku mencoba merendamkan diri di kolam renang air panas alam. Wah, jangan diragukan lagi deh panasnya! Ada salah satu pengunjung taman rekreasi yang mengatakan jika telur dicemplungkan ke dalam air panas itu pasti tidak menunggu waktu yang l...

"Dialog Diri: Mindset"

Budaya konsumtif yang dibahas di berbagai media sosial, membuatku mempertanyakan diri sendiri. “Apakah ketika aku hendak membeli barang, berdasarkan keinginan atau memang sedang dibutuhkan?” Misalnya, saat ada diskon buku sekian persen, dengan mempertimbangkan rak buku yang melampaui kapasitas penyimpanan, lantas aku memberhentikan sementara membeli buku. Kalau pun mau menambah buku bacaan, mesti yang aku butuhkan dalam waktu dekat. “Jika tidak tegas terhadap diriku sendiri, besar kemungkinan orang lain atau sesuatu di luar diri yang akan berperilaku seperti itu kepadaku. Besar kemungkinan itulah yang akan mengendalikanku.” Mengkonsumsi, memiliki, dan melakukan sesuatu tentunya boleh-boleh saja, asalkan tahu bahwa itu tidak berdampak buruk bagi diri sendiri. Bagaimana caranya tahu? Ikuti kata hati. Bicara budaya konsumtif, suatu hari aku menyaksikan sebuah tayangan di akun Youtube Telkomsel yang berjudul “ Poor Mindset vs Rich Mindset ” dengan menampilkan Desi Anwar beserta gag...

"Dialog Diri: Giveaway Buku"

Aku tertarik dengan kalimat dalam buku “Aku menulis maka aku ada” karya Maman Suherman pada halaman 104. Yang mana dikatakan bahwa bukan seberapa panjang kutipan yang kita buat, akan tetapi yang lebih penting adalah gagasan apa yang kita sampaikan. Menurutku, itu bisa diterapkan ke dalam giveaway yang sering kali aku ikuti. Ya, kemarin aku mengikuti giveaway di akun Twitter Kang Maman untuk mendapatkan buku “Re dan peRempaun.” Aku sampaikan apa alasan ingin membaca buku tersebut dengan teringat kalimat halaman 104. “Saya pilih buku Re dan peRempuan. Mau baca lebih lengkap kisah kehidupan Mbak Re: tuk pembelajaran diri. Melalui gaya penuturan Kang Maman yang informatif, menggelitik dan bikin saya   terisak. Mbak Re: terima kasih sdh hadir bersama kami #jnebukukopi.” Tidak disangka komentarku dalam giveaway tersebut di-retweet oleh Kang Maman. Kemudian berhasil memenangkan hadiah buku “Re dan peRempuan” beserta Kopi Menggairahkan yang juga sempat aku dapatkan sebelumnya di give...