Langsung ke konten utama

Buku Menarik untuk Memahami Si Kecil


Guys, siapa di antara kalian yang sering ikutan giveaway di media sosial? Rasanya senang, ya, ketika hadiah tersebut sudah datang ke rumah. Nah, kali ini aku mau berbagi cerita tentang buku “Don’t be angry, mom: mendidik anak tanpa marah” karya dr. Nurul Afifah hadiah giveaway yang aku menangkan.

Awalnya bingung kenapa ada buku karya dr. Nurul Afifah bersamaan dengan isi paket berupa buku "Taman Laut" yang merupakan sebuah dongeng (flip flap book). Namun, ketika aku mencoba membaca halaman demi halaman, seperti ada rasa keingintahuan yang menarik untuk terus membacanya.

Sampailah aku pada halaman di mana marah adalah hal yang wajar namun ketika sudah ada main fisik, hal tersebut menjadi berlebihan. 
Ya, sebagai seseorang yang belum menikah, buku ini sangat membuka mata dan hatiku. Tanpa disadari aku meneruskan apa yang orang-orang di lingkungan sekitar lakukan. Seperti memarahi adik di depan umum, mengomelinya atau mencubit. Pendek kata, aku 'gemas', ingin memberinya arahan namun tak kuasa mengungkapkannya melalui kata-kata yang biasa.

Aku baru tahu istilah metode pukul rangkul yang dijelaskan di halaman 99 pada buku tersebut. Ini adalah metode dalam mendidik anak atau adik yang belum terbiasa kita lakukan. Tahukah? Ketika kita memberikan hukuman maka hal itu bisa diingat sampai kapan saja. Sebaiknya dilakukan penyembuhan dengan metode pukul rangkul.

Berikut ini teknik penyembuhan yang dr. Nurul Afifah tulis dalam bukunya:
  1. Lakukan segera setelah kondisi tenang
  2. Temui dan rangkul anak
  3. Lihatlah apa ada bekas luka 
  4. Tanyakan apakah anak/Adik merasa sakit
  5. Meminta maaf kepadanya
  6. Mengajaknya untuk diobati
  7. Rangkul kembali
Tujuh langkah teknik penyembuhan dengan metode pukul rangkul di atas ada yang tidak aku tuliskan secara lengkap agar bagi yang tertarik untuk mencari langsung saja pada isi buku tersebut. 

Setelah membaca beberapa halaman dari buku “Don’t be angry, mom: mendidik anak tanpa marah”, aku secara tidak langsung diingatkan untuk mengelola emosi marah dengan baik. Syukurlah disaat masih terus belajar, ada rezeki melalui giveaway sehingga bisa membaca buku berkualitas yang sudah mega bestseller ini. 

“Kasih Ibu sepanjang masa”, menjadi Ibu perlu ilmunya juga. Yuk, segera menerapkan apa yang telah dr. Nurul Afifah sampaikan dalam bukunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemandian Air Panas Sangkanhurip Kuningan

Kali ini artikel berasal dari Taman Rekreasi Sangkanurip Alami. Di sana terdapat berbagai fasilitas yang bisa kamu dapati. Apa saja, ya? Yuk, lanjutkan bacanya. Taman Rekreasi Sangkanurip Alami berlokasi di Desa Sangkanurip, Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Yang mana fasilitas rekreasi tersebut terdiri dari kolam renang air panas alam, kolam renang air dingin, luncuran naga, kolam renang anak-anak, kolam renang balita, kamar mandi air panas, panggung hiburan, dan kios cinderamata. Dengan berbagai fasilitas tersebut, aku tidak perlu khawatir kocek terkuras habis karena biaya masuk hanya berkisar Rp 12.000,- untuk kategori dewasa dan ada juga Rp 10.000,- untuk kategori usia anak-anak. Sebelum mencoba menyelamkan diri di kolam renang air dingin, aku mencoba merendamkan diri di kolam renang air panas alam. Wah, jangan diragukan lagi deh panasnya! Ada salah satu pengunjung taman rekreasi yang mengatakan jika telur dicemplungkan ke dalam air panas itu pasti tidak menunggu waktu yang l...

"Dialog Diri: Mindset"

Budaya konsumtif yang dibahas di berbagai media sosial, membuatku mempertanyakan diri sendiri. “Apakah ketika aku hendak membeli barang, berdasarkan keinginan atau memang sedang dibutuhkan?” Misalnya, saat ada diskon buku sekian persen, dengan mempertimbangkan rak buku yang melampaui kapasitas penyimpanan, lantas aku memberhentikan sementara membeli buku. Kalau pun mau menambah buku bacaan, mesti yang aku butuhkan dalam waktu dekat. “Jika tidak tegas terhadap diriku sendiri, besar kemungkinan orang lain atau sesuatu di luar diri yang akan berperilaku seperti itu kepadaku. Besar kemungkinan itulah yang akan mengendalikanku.” Mengkonsumsi, memiliki, dan melakukan sesuatu tentunya boleh-boleh saja, asalkan tahu bahwa itu tidak berdampak buruk bagi diri sendiri. Bagaimana caranya tahu? Ikuti kata hati. Bicara budaya konsumtif, suatu hari aku menyaksikan sebuah tayangan di akun Youtube Telkomsel yang berjudul “ Poor Mindset vs Rich Mindset ” dengan menampilkan Desi Anwar beserta gag...

"Dialog Diri: Giveaway Buku"

Aku tertarik dengan kalimat dalam buku “Aku menulis maka aku ada” karya Maman Suherman pada halaman 104. Yang mana dikatakan bahwa bukan seberapa panjang kutipan yang kita buat, akan tetapi yang lebih penting adalah gagasan apa yang kita sampaikan. Menurutku, itu bisa diterapkan ke dalam giveaway yang sering kali aku ikuti. Ya, kemarin aku mengikuti giveaway di akun Twitter Kang Maman untuk mendapatkan buku “Re dan peRempaun.” Aku sampaikan apa alasan ingin membaca buku tersebut dengan teringat kalimat halaman 104. “Saya pilih buku Re dan peRempuan. Mau baca lebih lengkap kisah kehidupan Mbak Re: tuk pembelajaran diri. Melalui gaya penuturan Kang Maman yang informatif, menggelitik dan bikin saya   terisak. Mbak Re: terima kasih sdh hadir bersama kami #jnebukukopi.” Tidak disangka komentarku dalam giveaway tersebut di-retweet oleh Kang Maman. Kemudian berhasil memenangkan hadiah buku “Re dan peRempuan” beserta Kopi Menggairahkan yang juga sempat aku dapatkan sebelumnya di give...