(Sumber foto: google)
Halo, kita dipertemukan lagi dalam
kesempatan kali ini.
Sering dengar minimalis? Apa sih yang ada dipikiran kita ketika mendengar
minimalis? Sebuah ukuran yang kecil?
Pengertian minimalis itu ternyata bukan hanya berupa ukuran saja loh, minimalis juga dikenal sebagai gaya hidup, gaya hidup minimalis. Gaya hidup minimalis yang sedang tren sekarang ini sudah
Sobat dengar sejak setahun yang lalu dari seorang senior yang berkecimpung di
dunia literasi.
Awalnya aku bertanya-tanya, “Untuk apa sih kita hidup
minimalis?” Bukankah semakin banyak pakaian yang kita punya justru akan lebih
bagus? Sehingga kita bisa dengan mudah mempadupadankan pakaian. Kemudian memiliki banyak barang-barang lainnya juga bagus, kan?
Eits,,,,, seiring berjalannya waktu. Aku baru menyadari apa yang senior dalam bidang literasi jelaskan tahun lalu sangat berguna. Saat itu senior memberitahukan adanya buku best seller berjudul "The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing" yang telah terjual lebih dari 5 juta kopi di seluruh dunia.
Penulis buku best seller tersebut adalah Marie Kondo, wanita hebat asal Jepang yang mengembangkan sebuah metode merapihkan rumah, metode tersebut bernama Konmari. Namun kali ini tidak membahas isi buku, melainkan mencoba membagikan apa saja yang sudah dipahami dari berbagai video di Youtube yang berkaitan dengan gaya hidup minimalis.
Pertama kali aku tahu ada Youtuber Indonesia yang membahas mengenai hidup minimalis yaitu dari channel Maurilla Sophianti Imron.
Selain channel tersebut, masih ada banyak channel lainnya. Sejuah ini, aku memahami bahwa gaya hidup minimalis didasari dari kesadaran masing-masing. Awalnya diriku merenung, minimalis yang dimaksud adalah sebuah pilihan atau tuntutan?
Bagi kita yang belum bekerja tentunya benar-benar menghemat pengeluaran, keadaan seringkali mengingatkan bahwa kita agar tidak menjadi pribadi yang boros. Tidak mudah menghamburkan uang untuk berbelanja segala keperluan yang dibutuhkan atau sekadar diinginkan. Tapi bisa juga lupa jika disodorkan harga murah suatu barang.
Lalu bagaimana sebenarnya gaya hidup minimalis yang aku terapkan dari berbagai sumber? Yuk disimak :)
Apa maksudnya belanja yang bijak? Di masa-masa awal perkuliahan, aku sangat mudah sekali mengeluarkan uang untuk membeli buku bacaan. Tak ada barang lainnya yang rajin dibeli selain buku, bahkan make up sekalipun. Namun, karena senior sempat menjelaskan bahwa menumpuk buku tanpa membacanya sama saja dengan perbuatan jahat, maka Sobat tekadkan dalam hati untuk membeli buku ketika benar-benar sangat dibutuhkan.
"Belanjalah dengan bijak, sebab berlebih-lebihan itu tidaklah baik"
Semakin banyak barang yang kita punya, nantinya akan menumpuk dan kita akan membutuhkan banyak waktu untuk merapihkan serta membersihkannya. Tak jarang kita akan merasa sesak dengan banyaknya barang.
Sedikit
Barang Tapi Berguna
Semenjak mengenal
gaya hidup minimalis, pakaian yang ada di lemari pada akhirnya menjadi
berkurang. Mengapa? Karena aku menyadari bahwa begitu banyak pakaian yang
sudah lama tidak digunakan.Dengan gaya
hidup minimalis, aku akan mempergunakan
semaksimalnya barang yang dipunya. Sehingga tidak hanya menumpuk saja.
"Bukan seberapa banyak jumlahnya, tapi manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari"
Pastinya dengan hanya memiliki barang-barang yang kita pergunakan saja setiap harinya, kita bisa memaksimalkan waktu untuk membersihkan ruangan. Terlebih ketika kita hanya memiliki sedikit waktu luang.
Masih banyak manfaat lainnya ketika ikut menerapkan gaya hidup minimalis, di lain waktu semoga bisa mereview buku yang membahas mengenai gaya hidup minimalis. Jangan lupa baca buku karya Marie Kondo bagi yang ingin lebih tahu mengenai metode Konmari dan tonton channel Youtube yang membahas mengenai gaya hidup minimalis, yuk!
Masih ada beberapa buku yang aku rekomendasikan:
1. Seni Hidup Minimalis karya Francine Jay
2. Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang karya Fumio Sasaki
Komentar