Sampai saat ini grogi saat berbicara di depan umum?
Nah, kali ini aku mau
berbagi informasi yang didapatkan dari membaca buku karya Kak Hilbram Dunar yang berjudul "Speak for money."
Masih ingat postingan https://ariawriter1.blogspot.com/2019/08/hilangkan-kebiasan-terbata-bata-dengan.html?
Termotivasi dari kegiatan training tersebut, akhirnya aku mencari buku tentang public speaking yang mudah
dipahami. Yuk, kita bahas bukunya!
Ini adalah buku koleksi pertamaku mengenai public speaking yang diterbitkan oleh Grasindo. Tiap lembarnya full colour
sehingga sangat menarik untuk terus membaca. Kita akan mendapati 29
bagian dengan total 130 halaman yang akan membawa kita memahami public speaking
lebih dalam.
Bagian favoritku tentang “Menguasasi Grogi” halaman 88. Hilbram Dunar menjelaskan bahwa
grogi bukanlah dihilangkan, akan tetapi dikuasai. Lalu bagaimana cara kita menguasai
grogi?
- Mengerti Materi Bicara
Sebelum
berlanjut membahas apa yang Hilbram sampaikan pada bukunya, aku mau bertanya
nih, pernah presentasi atau jadi pembicara dadakan? Ya,
kita sama. Aku pernah diminta jadi MC dadakan, padahal ketika itu merasa banyak yang lainnya yang lebih bisa. Tapi apa daya, keadaan sedang genting.
Di
point pertama, Hilbram meyakinkan pembaca untuk mengenal materi yang akan
disampaikan.
"Semakin kita mengerti bahkan menguasai materi, kita akan semakin nyaman dan lancar menyampaikannya."
Terbayang kan kalau
kita menjadi pembicara tapi bingung bahkan ragu dengan apa yang akan kita
sampaikan? Yang ada malahan kita pengen kabur dari hadapan banyak orang *Jangan
ditiru, ya!
- Biasakan Percaya Diri
“Bro,
lu aja yang presentasi ya!”
“Nggak
ah, lu aja. Gua nggak percaya diri.”
Hayo
ngaku, siapa yang pernah nolak ketika diminta presentasi? Tos, kita sama.
Jadi
gimana sih caranya untuk melatih kepercayaan diri kita?
Kalau
dari pengalamanku karena sekolah yang jaraknya terhitung
tidak dekat dari rumah, maka aku menaiki kendaraan umum seperti angkot, bus,
ojek dll.
Pasti
penumpangnya nggak cuma aku kan?
Selama di perjalanan yang tidak dekat itulah menjadi ajang belajar melatih kemampuan berbicara dengan mengajak penumpang lain ngobrol. Ketika
lawan bicara ramah dan bahkan memberikan feedback bertanya balik,
biasanya obrolan menjadi lebih seru seperti saling memberikan semangat. Mayoritas
lawan bicara tersebut adalah perempuan karena memang bangku sebelahku biasanya perempuan.
Pernah
suatu hari ngobrol dengan seorang perempuan yang akan bekerja di kota tempat
kakaknya tinggal, dengan seorang Ibu yang rela jauh-jauh membawa sanyo untuk
dijual ke saudaranya demi memenuhi biaya sekolah anaknya, dan dengan temannya temanku semasa SMP. Wah dunia terasa sempit, ya.
Oh
ya, ingat baik-baik untuk berhati-hati sebelum berbicara dengan
seseorang yang sama sekali belum kita kenal.
Balik
lagi nih ke pembahasan biasakan percaya diri, siapa yang setuju untuk melatih
kepercayaan diri bisa dilakukan dengan cara berbicara di depan kaca? Awalnya aku berpikir seperti itu, tapi ketika melihat diri di depan kaca malah semakin
nggak percaya diri.
Sampai
akhirnya menemukan postingan seorang jurnalis yang menjelaskan bahwa
kaca adalah benda mati sedangkan audiens kita adalah makhluk hidup. Tentunya berbeda.
Percaya
atau tidak, dulu untuk memposting tulisan di blog ini pun aku merasa sangat
tidak percaya diri, tapi karena berpikir bahwa:
"Tidak ada yang salah ketika berbagi informasi selagi dengan cara yang benar, tidak merugikan pihak tertentu serta tidak menimbulkan hoax"
Maka jadilah blog ini sebagai sarana untuk
menyampaikan apa yang sedikit aku ketahui.
- Kamu Tidak Sendiri
Hai
Sobat kece, kamu tidak sendirian merasakan grogi. Seperti yang sudah dijelaskan
di point-point sebelumnya, sampai sekarang pun Sobat kerap merasa grogi ketika
sudah lama tidak berbicara di hadapan banyak orang apalagi ketika tampil dadakan
alias tanpa persiapan matang.
Hilbram
menjelaskan bahwa tidak ada satu pun audiens yang menginginkan kita
gagal, sehingga kita tidak perlu panik. Nyamankan diri kita dengan
mengatur napas dan mulai berbicara dengan tersenyum sehingga rasa tenang
dirasakan dan kita siap tampil meyakinkan.
"Merasa gugup, suara terdengar sangat kecil bahkan takut salah. Hadapi kegugupan, keluarkan suara maksimal, dan lawan rasa takut itu. Suatu hari nanti kita bisa menjadi seorang pembicara yang memukau audiens"
- Lakukan Kebiasaan
Menurut
Hilbram dalam bukunya Speak for money; bahwa kebiasaan bisa bermanfaat untuk
menguasai grogi. Sobat kece biasanya melakukan kebiasaan apa sebelum menjadi
pembicara? Pasti beragam jawaban karena kebiasaan orang berbeda-beda :)
Kalau
Sobat sendiri biasanya mengatur pernapasan agar rileks dan mensugestikan diri
sendiri dengan mengatakan bahwa “Aku bisa, aku bisa, aku bisa”
- Fokus Pada Keberhasilan
Ada dua kemungkinan ketika kita tampil. Pertama adalah tenang,
yakin, dan percaya diri. Kemudian yang kedua adalah grogi, panik, dan kehilangan
konsentrasi.
Jadi, kita mau fokus pada kemungkinan yang mana? Tenang, yakin, dan percaya diri atau grogi, panik,
dan kehilangan konsentrasi?
"Yakinlah kita bisa!"
(Info: Aku membeli buku ini langsung melalui DM Instagram Kak Hilbram Dunar)
Sampai
jumpa di postingan berikutnya, ya!

Komentar