Langsung ke konten utama

Training Public Speaking

Blogger Jakarta mengadakan  Training Public Speaking pada tanggal 25 Agustus 2019 dihadiri sekitar 12 peserta yang berasal dari wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.  Turut mengundang Ardiyamsi Sarmoko sebagai pembicara di Mozilla Community Space, Jakarta Selatan. 

Pembicara yang memiliki nama akun Instagram @kaisarmoko adalah seorang Konsultan Komunikasi, Penggiat Komunitas Bicara Baik, dan IofC Indonesia. Sebelumnya selama 7 tahun sudah berprofesi sebagai jurnalis TV dan pada tahun 2015 beralih ke dunia Public Relations. 

Sebelum training dimulai, para peserta berkesempatan untuk mengetahui mengenai Mozilla dengan beragam keamanan serta kenyamanannya yang disampaikan oleh volunteer Mozilla Indonesia.
Mengutip dari Bloggerjakarta.com “Mozilla Community Space adalah sebuah tempat yang dinaungi oleh Yayasan Mozilla yang fungsinya untuk memberikan fasilitas kepada komunitas-komunitas lokal terutama yang bergerak di bidang teknologi untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan.”

Training dimulai  dengan menanyakan kepada para peserta mengenai tujuan mengikuti kegiatan ini. Jawaban pun beragam, ada yang ingin menambah teman, memahami public speaking, ingin belajar bahkan ada yang menjawab ingin mencapai masa depan. 

Moko nama sapaan saat biasa tampil di depan audiens, menjelaskan bahwa public speaking pada dasarnya adalah menyampaikan ide, seperti saat kita sedang presentasi ataupun mengajar.
"74% orang takut berbicara di depan umum” ucapnya kepada para peserta.
Tujuh Puluh Empat persen bukanlah hitungan yang sedikit, maka dari itu pentingnya memahami public speaking. Moko selain menyampaikan materinya yang begitu menarik, peserta pun diajak untuk langsung mempraktikan apa yang telah dijelaskan olehnya.

Pada awalnya meminta untuk 3 peserta secara sukarela maju ke depan dengan sebuah tantangan. Tantangan apa itu? Tidak lain dan tidak bukan ialah mempresentasikan atau menjadi pembicara di hadapan peserta lainnya dengan tema yang telah ditentukan.

Ada yang mendapat tema mengenai kesehatan kepada audiens usia 50 tahun, tema menjadi anak baik dengan audiens anak TK, dan tema patah hati dengan audiens remaja. Tiga peserta yang tampil tersebut dinilai satu-persatu mengenai verbal, visual meliputi body language/gesture, voice/vocal meliputi (pernafasan/artikulasi/intonasi).

Mengapa Moko memberikan tantangan audiens yang berbeda-beda? Karena menjadi seorang public speaker dalam bidang apapun harus siap ketika dihadapkan dengan audiens yang beragam. Keberagaman usia, jenis kelamin, minat, demografi, suku, agama, ras, budaya, strata sosial, dan lainnya.

Tidak hanya 3 peserta saja, sesi berikutnya seluruh peserta diajak untuk mendalami public speaking dengan cara menjadi videographer, MC, dan presenter sesuai materi yang dikuasai masing-masing peserta selama 5 menit.

Point inti yang peserta dapatkan pada Training Public Speaking bersama Ardiyamsi Sarmoko ialah memahami keberagaman audiens, perlunya persiapan sebelum tampil di depan umum, manajemen waktu, dan betapa pentingnya mempelajari teknik berbicara (verbal, visual, voice, dan vocal).
"Tak ada yang sulit ketika kita mau belajar dan berusaha mewujudkannya, jika gagal maka cobalah lagi. Akan ada keberhasilan, teruslah berjuang."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemandian Air Panas Sangkanhurip Kuningan

Kali ini artikel berasal dari Taman Rekreasi Sangkanurip Alami. Di sana terdapat berbagai fasilitas yang bisa kamu dapati. Apa saja, ya? Yuk, lanjutkan bacanya. Taman Rekreasi Sangkanurip Alami berlokasi di Desa Sangkanurip, Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Yang mana fasilitas rekreasi tersebut terdiri dari kolam renang air panas alam, kolam renang air dingin, luncuran naga, kolam renang anak-anak, kolam renang balita, kamar mandi air panas, panggung hiburan, dan kios cinderamata. Dengan berbagai fasilitas tersebut, aku tidak perlu khawatir kocek terkuras habis karena biaya masuk hanya berkisar Rp 12.000,- untuk kategori dewasa dan ada juga Rp 10.000,- untuk kategori usia anak-anak. Sebelum mencoba menyelamkan diri di kolam renang air dingin, aku mencoba merendamkan diri di kolam renang air panas alam. Wah, jangan diragukan lagi deh panasnya! Ada salah satu pengunjung taman rekreasi yang mengatakan jika telur dicemplungkan ke dalam air panas itu pasti tidak menunggu waktu yang l...

"Dialog Diri: Mindset"

Budaya konsumtif yang dibahas di berbagai media sosial, membuatku mempertanyakan diri sendiri. “Apakah ketika aku hendak membeli barang, berdasarkan keinginan atau memang sedang dibutuhkan?” Misalnya, saat ada diskon buku sekian persen, dengan mempertimbangkan rak buku yang melampaui kapasitas penyimpanan, lantas aku memberhentikan sementara membeli buku. Kalau pun mau menambah buku bacaan, mesti yang aku butuhkan dalam waktu dekat. “Jika tidak tegas terhadap diriku sendiri, besar kemungkinan orang lain atau sesuatu di luar diri yang akan berperilaku seperti itu kepadaku. Besar kemungkinan itulah yang akan mengendalikanku.” Mengkonsumsi, memiliki, dan melakukan sesuatu tentunya boleh-boleh saja, asalkan tahu bahwa itu tidak berdampak buruk bagi diri sendiri. Bagaimana caranya tahu? Ikuti kata hati. Bicara budaya konsumtif, suatu hari aku menyaksikan sebuah tayangan di akun Youtube Telkomsel yang berjudul “ Poor Mindset vs Rich Mindset ” dengan menampilkan Desi Anwar beserta gag...

"Dialog Diri: Giveaway Buku"

Aku tertarik dengan kalimat dalam buku “Aku menulis maka aku ada” karya Maman Suherman pada halaman 104. Yang mana dikatakan bahwa bukan seberapa panjang kutipan yang kita buat, akan tetapi yang lebih penting adalah gagasan apa yang kita sampaikan. Menurutku, itu bisa diterapkan ke dalam giveaway yang sering kali aku ikuti. Ya, kemarin aku mengikuti giveaway di akun Twitter Kang Maman untuk mendapatkan buku “Re dan peRempaun.” Aku sampaikan apa alasan ingin membaca buku tersebut dengan teringat kalimat halaman 104. “Saya pilih buku Re dan peRempuan. Mau baca lebih lengkap kisah kehidupan Mbak Re: tuk pembelajaran diri. Melalui gaya penuturan Kang Maman yang informatif, menggelitik dan bikin saya   terisak. Mbak Re: terima kasih sdh hadir bersama kami #jnebukukopi.” Tidak disangka komentarku dalam giveaway tersebut di-retweet oleh Kang Maman. Kemudian berhasil memenangkan hadiah buku “Re dan peRempuan” beserta Kopi Menggairahkan yang juga sempat aku dapatkan sebelumnya di give...