Semangat Pemuda, Satukan Bangsa!
Pada tanggal 28 Oktober 2018, Duta Damai Dunia Maya Regional Banten melaksanakan Peace Campaign sebagai upaya mengkampanyekan perdamaian dalam memperingati "Hari Sumpah Pemuda" di area Car Free Day (CFD)Kota Tangerang.
Banyak peserta yang sedang berjalan santai yang tertarik dan sempat diwawancarai. Ada juga Adik-adik yang ingin mencap tangannya. Tak hanya itu, seorang aktivis lingkungan juga menyuarakan makna pemuda hari ini.
"Pemuda ialah melanjutkan perjuangan para pahlawan kita, tapi kita tidaklah melakukan perang dan segala macamnya. Perjuangan yang dimaksudkan yakni melalui hal-hal sederhana saja, saya sebagai aktivis lingkungan mengajak kawan-kawan pemuda untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan sampah plastik", ucapnya dalam sebuah wawancara kepada Duta Damai Regional Banten.
Peace Campaign dimulai sejak pukul 07:00 s.d 10:00 WIB yang dikemas dengan sangat menarik. Rangkaian acara diantaranya; cap tangan, deklarasi damai, pemberian (goodie bag, gantungan kunci, dan sticker).
Bagian paling menarik ketika memberikan buku-buku yang disediakan oleh PMD (Pusat Media Damai) BNPT, yakni salah satu naungan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme kepada siapa saja yang tertarik serta melintasi tempat Peace Campaign, dekat Lapas Wanita kelas II Tangerang.
Karena dari buku-buku tersebut kita bisa belajar memahami radikalisme, terorisme, upaya pencegahan terorisme, dan ada juga ensiklopedia pencegahan terorisme.
Dari setiap acara yang terlaksana, apa pun dan bersama siapa saja, maka aku belajar.
Belajar menjadi seorang relawan yang tidak mudah mengeluh.
Belajar menjadi seseorang yang terus berkarya.
Aku memang tidak begitu memahami sejarah, akan tetapi menjadi senang ketika ada di antara teman-teman yang menjelaskan mengenai sejarah banyak hal.
Pun tidak keberatan ketika sedang maraknya isu-isu yang tersebar di negara ini untuk didiskusikan dengan cara yang baik. Sebab, dengan berdiskusi melalui data, gagasan dan lainnya membuat pemikiranku lebih terbuka dan luas.
Bagiku memaknai pemuda ialah "Berjiwa muda meski sudah tak berusia muda, seseorang yang terus berkarya, dan mencintai negara serta agamanya tanpa merendahkan siapa saja yang ada di dunia."
(Dok. Duta Damai Dunia Maya Regional Banten setelah Peace Campaign selesai)
Pada tanggal 28 Oktober 2018, Duta Damai Dunia Maya Regional Banten melaksanakan Peace Campaign sebagai upaya mengkampanyekan perdamaian dalam memperingati "Hari Sumpah Pemuda" di area Car Free Day (CFD)Kota Tangerang.
Banyak peserta yang sedang berjalan santai yang tertarik dan sempat diwawancarai. Ada juga Adik-adik yang ingin mencap tangannya. Tak hanya itu, seorang aktivis lingkungan juga menyuarakan makna pemuda hari ini.
"Pemuda ialah melanjutkan perjuangan para pahlawan kita, tapi kita tidaklah melakukan perang dan segala macamnya. Perjuangan yang dimaksudkan yakni melalui hal-hal sederhana saja, saya sebagai aktivis lingkungan mengajak kawan-kawan pemuda untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan sampah plastik", ucapnya dalam sebuah wawancara kepada Duta Damai Regional Banten.
(Dok. Masyarakat yang sedang berada di area CFD Kota Tangerang mencap tangannya di Peace Campaign)
Peace Campaign dimulai sejak pukul 07:00 s.d 10:00 WIB yang dikemas dengan sangat menarik. Rangkaian acara diantaranya; cap tangan, deklarasi damai, pemberian (goodie bag, gantungan kunci, dan sticker).
Bagian paling menarik ketika memberikan buku-buku yang disediakan oleh PMD (Pusat Media Damai) BNPT, yakni salah satu naungan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme kepada siapa saja yang tertarik serta melintasi tempat Peace Campaign, dekat Lapas Wanita kelas II Tangerang.
Karena dari buku-buku tersebut kita bisa belajar memahami radikalisme, terorisme, upaya pencegahan terorisme, dan ada juga ensiklopedia pencegahan terorisme.
(Dok. Salah satu Duta Damai Regional Banten sedang membagikan buku-buku dari PMD)
Dari setiap acara yang terlaksana, apa pun dan bersama siapa saja, maka aku belajar.
Belajar menjadi seorang relawan yang tidak mudah mengeluh.
Belajar menjadi seseorang yang terus berkarya.
Aku memang tidak begitu memahami sejarah, akan tetapi menjadi senang ketika ada di antara teman-teman yang menjelaskan mengenai sejarah banyak hal.
Pun tidak keberatan ketika sedang maraknya isu-isu yang tersebar di negara ini untuk didiskusikan dengan cara yang baik. Sebab, dengan berdiskusi melalui data, gagasan dan lainnya membuat pemikiranku lebih terbuka dan luas.
Bagiku memaknai pemuda ialah "Berjiwa muda meski sudah tak berusia muda, seseorang yang terus berkarya, dan mencintai negara serta agamanya tanpa merendahkan siapa saja yang ada di dunia."



Komentar