Hi, bagaimana kabarmu?
Aku harap baik-baik saja ya ;)
Nah, mau tanya nih. Sudah pernah ke Taman Bunga Nusantara yang berlokasi di Kabupaten Cianjur?
Asli, disana udaranya sejuk banget ya, aku sampai betah loh. Kali ini aku mau kasih tahu pengalaman perjalanan dari Tangerang menuju lokasi Taman Bunga Nusantara.
Minggu, 30 September 2018 adalah tanggal yang bersejarah di hidupku. Why? Lanjut baca aja, nanti juga tahu. Hehe.
Pukul 05:00 WIB, saat itu masih duduk manis di ruang tamu, menunggu kabar dari kawan yang bersedia ditumpangi sepeda motornya. Wati, dia adalah kawan sejak kecil sekaligus tetangga yang jarak rumahnya sangat dekat denganku. Detik demi detik, menit pun berlalu namun tak sampai berganti jam. Pada akhirnya waktu menunjukkan pukul 05:25 WIB, lantas Sobat segera menghubungi Wati berharap agar dijemput secepatnya.
Pukul 05:50 WIB kami menuju Stasiun Tangerang, perjalanan membutuhkan waktu sekitar kurang lebih satu jam dari rumah. Malam hari sebelum keberangkatan, Wati sempat menyampaikan satu hal, yakni "Nanti kita ditunggu oleh kawan-kawan jam 06:00 WIB di Stasiun Duri".
Are you remember? Realita terkadang tak sesuai dengan ekspektasi, jadi kelola ekspektasinya :)
Sesampainya kami di Stasiun Tangerang, jam di tanganku sudah menuju pukul 06:55 WIB. Di sana bertemu dengan Kak Sigit dan Kak Galang.
Kami memesan 4 tiket menuju Stasiun Bogor. Ini kali kesekian aku memesan tiket langsung pada mesinnya *apa ya nama mesinnya?
Ya, Commuter Line Ticket Vending Machine :)
Oke lanjut.
Sedikit mengobrol di KRL, kami ber-4 sepakat untuk turun di Stasiun Manggarai untuk bisa bergabung dengan 3 kawan lainnya, mereka adalah Kak Petet, Melinda, dan Kak Eneng.
Kak Petet dan Melinda datang dari Bekasi, dan Kak Eneng dari Tangerang Selatan.
Pada akhirnya kami ber-7 sampai di Stasiun Bogor pukul 10:00 WIB.
Berjalan menyusuri Kota Bogor yang sejuk, banyak pengguna KRL yang berlalu-lalang, para penjual yang tiada lelah mencari nafkah halal, dan ada seorang Nenek yang terlihat kebingungan di jembatan penyebrangan orang (JPO).
Kak Eneng menghampiri nenek tersebut, lantas diikuti oleh kami ber-6. Rupanya sang nenek ingin menuju suatu tempat, aku tidak ingat tempat yang dituju karena saat itu kondisi sudah sangat lapar.
Dengan kebaikan hatinya, Kak Eneng mengajarkan kepada kami bahwa
Aku harap baik-baik saja ya ;)
Nah, mau tanya nih. Sudah pernah ke Taman Bunga Nusantara yang berlokasi di Kabupaten Cianjur?
Asli, disana udaranya sejuk banget ya, aku sampai betah loh. Kali ini aku mau kasih tahu pengalaman perjalanan dari Tangerang menuju lokasi Taman Bunga Nusantara.
Minggu, 30 September 2018 adalah tanggal yang bersejarah di hidupku. Why? Lanjut baca aja, nanti juga tahu. Hehe.
Pukul 05:00 WIB, saat itu masih duduk manis di ruang tamu, menunggu kabar dari kawan yang bersedia ditumpangi sepeda motornya. Wati, dia adalah kawan sejak kecil sekaligus tetangga yang jarak rumahnya sangat dekat denganku. Detik demi detik, menit pun berlalu namun tak sampai berganti jam. Pada akhirnya waktu menunjukkan pukul 05:25 WIB, lantas Sobat segera menghubungi Wati berharap agar dijemput secepatnya.
Pukul 05:50 WIB kami menuju Stasiun Tangerang, perjalanan membutuhkan waktu sekitar kurang lebih satu jam dari rumah. Malam hari sebelum keberangkatan, Wati sempat menyampaikan satu hal, yakni "Nanti kita ditunggu oleh kawan-kawan jam 06:00 WIB di Stasiun Duri".
Are you remember? Realita terkadang tak sesuai dengan ekspektasi, jadi kelola ekspektasinya :)
Sesampainya kami di Stasiun Tangerang, jam di tanganku sudah menuju pukul 06:55 WIB. Di sana bertemu dengan Kak Sigit dan Kak Galang.
Kami memesan 4 tiket menuju Stasiun Bogor. Ini kali kesekian aku memesan tiket langsung pada mesinnya *apa ya nama mesinnya?
Ya, Commuter Line Ticket Vending Machine :)
Oke lanjut.
Sedikit mengobrol di KRL, kami ber-4 sepakat untuk turun di Stasiun Manggarai untuk bisa bergabung dengan 3 kawan lainnya, mereka adalah Kak Petet, Melinda, dan Kak Eneng.
Kak Petet dan Melinda datang dari Bekasi, dan Kak Eneng dari Tangerang Selatan.
Pada akhirnya kami ber-7 sampai di Stasiun Bogor pukul 10:00 WIB.
Berjalan menyusuri Kota Bogor yang sejuk, banyak pengguna KRL yang berlalu-lalang, para penjual yang tiada lelah mencari nafkah halal, dan ada seorang Nenek yang terlihat kebingungan di jembatan penyebrangan orang (JPO).
Kak Eneng menghampiri nenek tersebut, lantas diikuti oleh kami ber-6. Rupanya sang nenek ingin menuju suatu tempat, aku tidak ingat tempat yang dituju karena saat itu kondisi sudah sangat lapar.
Dengan kebaikan hatinya, Kak Eneng mengajarkan kepada kami bahwa
Berbuat baik bisa dengan cara apa saja, salah satunya seperti menolong seorang Nenek menuju suatu tempat.
Nenek tersebut mendapatkan angkutan umum yang bisa mengantarkannya menuju lokasi yang benar.
Lantas kami ber-7 menuju suatu tempat untuk bersiap menyantap makanan yang tidak jauh dari Stasiun Bogor. Diantara kami ada yang memesan ketoprak lalu diikuti dengan pesanan soto daging.
Dari segi harga sudah murah meraih bahkan sangat terasa meriah ketika bisa makan bersama.
Sobat mencicipi soto daging pesanan Kak Eneng, hmmmmmm, rasanya mantap. Lain waktu soto daging akan menjadi pesanan utama ketika Sobat datang kembali ke tempat itu.
Tujuan awal kami datang ke Bogor untuk berlibur di Kebun Raya Bogor, tapi karena kami sudah pernah kesana sejak kecil, akhirnya terjadilah kebimbangan. Setelah berdiskusi pada akhirnya sepakat untuk beranjak menuju Taman Bunga Nusantara Kabupaten Cianjur.
Nah, diawal aku sempat berterus-terang bahwa liburan ke Taman Bunga Nusantara adalah merupakan sejarah bagiku, why? Karena ini adalah kali pertama bisa ke Puncak. Dalam hidup, aku belum pernah merasakan berada di Puncak (Cisarua-Bogor).
Guys, untuk bisa ke Taman Bunga Nusantara. Kami ber-7 menaiki sebuah angkot 03 lalu turun di suatu jalan *lagi-lagi aku tidak ingat nama jalannya.
Dilanjutkan dengan menaiki sebuah mini bus yang biasa disebut "L-300".
Lantas kami ber-7 menuju suatu tempat untuk bersiap menyantap makanan yang tidak jauh dari Stasiun Bogor. Diantara kami ada yang memesan ketoprak lalu diikuti dengan pesanan soto daging.
Dari segi harga sudah murah meraih bahkan sangat terasa meriah ketika bisa makan bersama.
Sobat mencicipi soto daging pesanan Kak Eneng, hmmmmmm, rasanya mantap. Lain waktu soto daging akan menjadi pesanan utama ketika Sobat datang kembali ke tempat itu.
Tujuan awal kami datang ke Bogor untuk berlibur di Kebun Raya Bogor, tapi karena kami sudah pernah kesana sejak kecil, akhirnya terjadilah kebimbangan. Setelah berdiskusi pada akhirnya sepakat untuk beranjak menuju Taman Bunga Nusantara Kabupaten Cianjur.
Nah, diawal aku sempat berterus-terang bahwa liburan ke Taman Bunga Nusantara adalah merupakan sejarah bagiku, why? Karena ini adalah kali pertama bisa ke Puncak. Dalam hidup, aku belum pernah merasakan berada di Puncak (Cisarua-Bogor).
Guys, untuk bisa ke Taman Bunga Nusantara. Kami ber-7 menaiki sebuah angkot 03 lalu turun di suatu jalan *lagi-lagi aku tidak ingat nama jalannya.
Dilanjutkan dengan menaiki sebuah mini bus yang biasa disebut "L-300".
(Dok. Mini bus "L-300")
Setiap penumpang dikenakan biaya sekitar Rp 35.000,-
*harga naik dari biasanya yang hanya Rp 25.000,-
*harga naik dari biasanya yang hanya Rp 25.000,-
Maklumi saja, hari weekend memang harga apapun mengalami kenaikan.
Aku merasa perjalanan menuju Taman Bunga Nusantara tidaklah sebentar. Belum lagi membayangkan macetnya jalan menuju Puncak.
Tapi tidak disangka sebelumnya, L-300 sangatlah lincah dan jalan apapun bisa dilalui. Kami mengobrol di sepanjang jalan, sebab hanya satu orang saja yang tertidur pulas.
Di dalam L-300 ada sekitar 15 penumpang dan 1 orang sopir.
3 penumpang di bangku depan + 1 supir,
4 penumpang di bangku ke 2,
4 penumpang di bangku ke 3,
dan 4 penumpang di bangku paling belakang.
3 penumpang di bangku depan + 1 supir,
4 penumpang di bangku ke 2,
4 penumpang di bangku ke 3,
dan 4 penumpang di bangku paling belakang.
Setelah turun dari L-300, akhirnya kami berada di jalan yang akan menuju ke arah Taman Bunga Nusantara, namun ternyata jarak masih 9 km.
Kami beranjak menuju Mushola terdekat untuk menunaikan ibadah shalat Dzuhur. Setelahnya, Kak Eneng dan Kak Galang berinisiatif memesan Taksi online, sekitar Rp 200.000,- biaya yang harus kami keluarkan.
Terik mentari serasa memberikan semangat kepada kami, yang sejak pukul 10:00 WIB sudah berada di Kota Bogor. Sesampainya di Taman Bunga Nusantara, sedikit kaget karena sudah pukul 14:00 WIB.
Saat itu biaya masuk tiap pengunjung Taman Bunga Nusantara sekitar Rp 40.000,- jika ingin menggunakan kereta agar tidak perlu berjalan kaki selama berada di taman, maka biaya masuk menjadi Rp 50.000,-
Di sana aku tertarik memfoto bunga-bunga yang indah. Sampai lupa untuk membaca keterangan tertulis mengenai nama-nama bunga yang ada. Jadi, jangan tanyakan nama-nama bunganya, ya! Terima kasih sudah membaca hingga akhir kalimat ini. Selamat berkunjung ke Taman Bunga Nusantara,
Pada akhirnya kita akan sampai ke tempat yang dituju. Jangan menyerah, kita pasti bisa. Percayalah, meski kegagalan sering kali membuat ragu langkah kita.




Komentar