Guys, sudah lama ya rasanya tidak menulis lagi. Aku mau berbagi cerita mengenai kegiatan literasi yang sempat kuikuti. Yuk, mari dibaca.
Tepat pada tanggal 3 September 2018, di Museum Negeri Banten Kota Serang sudah dilaksanakannya kegiatan Gebyar Membaca dengan mengusung tema “Melalui Literasi Dapat Mengembangkan Kemampuan dan Keterampilan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Forum TBM (Taman Baca Masyarakat) Kota Serang serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang.
Gebyar Membaca dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang yakni Drs. H Ahmad Jubaidilah M.Si, Ibu Nonci selaku ketua FTBM Kota Serang, Andri Gunawan sebagai ketua FTBM Provinsi Banten, Pak Dadan sebagai moderator acara talkshow dan didampingi oleh Ibu Sumiarsih selama talkshow berlangsung.
Pada pelaksanaannya, talkshow begitu menyita perhatian audiens, termasuk sobat yang baru pertama kali bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, beberapa hal yang sobat ingat ketika Pak Ahmad Jubaidilah memberikan sambutan, diantaranya:
“Mengacu dari kajian yang dilakukan UNESCO, bahwa tahun 2012 budaya literasi atau membaca Indonesia hanya 0,001% dari 1000 orang Indonesia, diperkuat dengan Studi “Most Littered nation in the world” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University yang mana Indonesia berada di peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat membaca,” jelasnya.
Aku sebenarnya pernah terkejut ketika mengetahui negara kita berada diurutan ke-60, namun pada saat itu belum benar-benar memahami sebab dan bagaimana cara menumbuhkan minat membaca masyarakat. Kala itu jauh sebelum aku menjadi relawan di TBM Citra Raya, Kabupaten Tangerang.
Berikutnya, Bu Nonci menjelaskan mengenai cara mengembangkan budaya membaca. Dari penjelasannya, aku mengetahui bahwa gerakan literasi terbagi menjadi lima yakni literasi dasar (baca-tulis), literasi numerik, literasi sains, literasi budaya, dan literasi digital.
Tidak hanya talkshow bersama pegiat literasi, acara Gebyar Membaca diisi dengan berbagai perlombaan di antaranya lomba membaca puisi, lomba menulis artikel, lomba menulis cerpen, lomba mendongeng, lomba resensi buku, lomba menggambar, dan pemilihan Duta TBM. Sehingga semua kalangan bisa turut serta berpartisipasi dalam acara tersebut.
Guys, aku jadi tertarik untuk bisa mengetahui lebih dalam mengenai gerakan literasi, semoga dipostingan-postingan berikutnya aku bisa bahas ya, see you!
(Dokumentasi Talkshow bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang serta para pegiat literasi)
Tepat pada tanggal 3 September 2018, di Museum Negeri Banten Kota Serang sudah dilaksanakannya kegiatan Gebyar Membaca dengan mengusung tema “Melalui Literasi Dapat Mengembangkan Kemampuan dan Keterampilan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Forum TBM (Taman Baca Masyarakat) Kota Serang serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang.
Gebyar Membaca dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang yakni Drs. H Ahmad Jubaidilah M.Si, Ibu Nonci selaku ketua FTBM Kota Serang, Andri Gunawan sebagai ketua FTBM Provinsi Banten, Pak Dadan sebagai moderator acara talkshow dan didampingi oleh Ibu Sumiarsih selama talkshow berlangsung.
Pada pelaksanaannya, talkshow begitu menyita perhatian audiens, termasuk sobat yang baru pertama kali bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, beberapa hal yang sobat ingat ketika Pak Ahmad Jubaidilah memberikan sambutan, diantaranya:
“Mengacu dari kajian yang dilakukan UNESCO, bahwa tahun 2012 budaya literasi atau membaca Indonesia hanya 0,001% dari 1000 orang Indonesia, diperkuat dengan Studi “Most Littered nation in the world” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University yang mana Indonesia berada di peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat membaca,” jelasnya.
Aku sebenarnya pernah terkejut ketika mengetahui negara kita berada diurutan ke-60, namun pada saat itu belum benar-benar memahami sebab dan bagaimana cara menumbuhkan minat membaca masyarakat. Kala itu jauh sebelum aku menjadi relawan di TBM Citra Raya, Kabupaten Tangerang.
Berikutnya, Bu Nonci menjelaskan mengenai cara mengembangkan budaya membaca. Dari penjelasannya, aku mengetahui bahwa gerakan literasi terbagi menjadi lima yakni literasi dasar (baca-tulis), literasi numerik, literasi sains, literasi budaya, dan literasi digital.
Tidak hanya talkshow bersama pegiat literasi, acara Gebyar Membaca diisi dengan berbagai perlombaan di antaranya lomba membaca puisi, lomba menulis artikel, lomba menulis cerpen, lomba mendongeng, lomba resensi buku, lomba menggambar, dan pemilihan Duta TBM. Sehingga semua kalangan bisa turut serta berpartisipasi dalam acara tersebut.
Guys, aku jadi tertarik untuk bisa mengetahui lebih dalam mengenai gerakan literasi, semoga dipostingan-postingan berikutnya aku bisa bahas ya, see you!

Komentar