Acara ini diselenggarakan oleh angkatan perubahan, sebuah komunitas alumni Anti-Corruption Youth Champ yang digagas oleh Ketjil Bergerak dan KPK. Anggotanya tersebar dihampir seluruh provinsi di Indonesia.
Penulis dan pendiri Rumah Dunia, Gol A Gong, menyampaikan kepada peserta saat sesi writing motivation bahwa, "Menyuarakan pendapat dan mengkritik lingkungan setempat tidak hanya dengan bersuara lantang dan turun ke jalan, marilaj memanfaatkan media yang ada dengan kemampuan masing-masing".
Menurutnya, salah satu langkah yang bisa dijadikan contoh adalah dengan menulis.
Founder Ketjil Bergerak yang bernama Greg Sindana turut hadir dalam acara ini. Ia mengisi acara dengan memainkan tiga soundtrack buatannya dengan alat musik gitar. Baginya musik adalah alat untuk menyampaikan ide.
Selain Gol A Gong dan Greg Sindana, hadir juga seorang jurnalis TV dan alumni ACYC 2015 bernama Rivo Pahlevi yang memberikan wawasan mengenai Citizen Journalism, dengan menayangkan dokumentasi program Indonesiaku episode "Berdamai dengan maut di Kaselarau". Program ini memenangkan penghargaan Adinegoro 2017 dari Republik Indonesia, kategori Jurnalistik TV.
Rivo menjelaskan bagaimana langkah-langkah menjadi seorang citizen journalism dan dilanjutkan dengan praktik. Peserta diajak untuk bersama-sama merangkai beberapa kalimat dengan unsur 5W+1H yang umum dalam sebuah berita.
Sebelumnya, pemenang kategori Jurnalistik TV ini berdiskusi bersama peserta untuk mencari berita terbaru dari berbagai sumber. Hingga akhirnya terbentuklah sebuah berita baru sebagai contoh untuk praktik saat itu.
Rivo mengingatkan, seperti itulah menjadi citizen journalism, harus terus mencari informasi yang akurat dan tidak boleh terburu-buru.
Sesi terakhir diisi oleh Wahyu Arya, jurnalis media online dan penulis muda Banten yang memberikan materi "Media dan Literasi Anti Korupsi".
Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai media, literasi, UU pers No 40 tahun 1999, dan seputar dunia wartawan di Banten.
Berlanjut ke praktik, jurnalis media online ini menjelaskan tentang teknis menulis artikel kepada peserta.
Berlanjut ke praktik, jurnalis media online ini menjelaskan tentang teknis menulis artikel kepada peserta.
Sebelum acara ditutup, Baehaqi Muhammad sebagai moderator menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemateri dan peserta yang telah hadir, ia menjelaskan bahwa akan ada "Kelas Menulis Angkatan Perubahan" berikutnya, sehingga teman-teman yang lain bisa berkesempatan mengikuti kegiatan ini di lain waktu.


Komentar