Langsung ke konten utama

Gaet Anak Muda, Galakan Anti Korupsi!


Sharing dan workshop "Kelas menulis angkatan perubahan 2018" chapter Banten berlangsung di Auditorium Surosowan Rumah Dunia, Kota Serang, Minggu (08/7).
Acara ini diselenggarakan oleh angkatan perubahan, sebuah komunitas alumni Anti-Corruption Youth Champ yang digagas oleh Ketjil Bergerak dan KPK. Anggotanya tersebar dihampir seluruh provinsi di Indonesia.

Penulis dan pendiri Rumah Dunia, Gol A Gong, menyampaikan kepada peserta saat sesi writing motivation bahwa, "Menyuarakan pendapat dan mengkritik lingkungan setempat tidak hanya dengan bersuara lantang dan turun ke jalan, marilaj memanfaatkan media yang ada dengan kemampuan masing-masing".
Menurutnya, salah satu langkah yang bisa dijadikan contoh adalah dengan menulis.

Founder Ketjil Bergerak yang bernama Greg Sindana turut hadir dalam acara ini. Ia mengisi acara dengan memainkan tiga soundtrack buatannya dengan alat musik gitar. Baginya musik adalah alat untuk menyampaikan ide.

Selain Gol A Gong dan Greg Sindana, hadir juga seorang jurnalis TV dan alumni ACYC 2015 bernama Rivo Pahlevi yang memberikan wawasan mengenai Citizen Journalism, dengan menayangkan dokumentasi program Indonesiaku episode "Berdamai dengan maut di Kaselarau".  Program ini memenangkan penghargaan Adinegoro 2017 dari Republik Indonesia, kategori Jurnalistik TV.

Rivo menjelaskan bagaimana langkah-langkah menjadi seorang citizen journalism dan dilanjutkan dengan praktik. Peserta diajak untuk bersama-sama merangkai beberapa kalimat dengan unsur 5W+1H yang umum dalam sebuah berita.

Sebelumnya, pemenang kategori Jurnalistik TV ini berdiskusi bersama peserta untuk mencari berita terbaru dari berbagai sumber. Hingga akhirnya terbentuklah sebuah berita baru sebagai contoh untuk praktik saat itu.
Rivo mengingatkan, seperti itulah menjadi citizen journalism, harus terus mencari informasi yang akurat dan tidak boleh terburu-buru.

Sesi terakhir diisi oleh Wahyu Arya, jurnalis media online dan penulis muda Banten yang memberikan materi "Media dan Literasi Anti Korupsi". 
Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai media, literasi, UU pers No 40 tahun 1999, dan seputar dunia wartawan di Banten.
Berlanjut ke praktik, jurnalis media online ini menjelaskan tentang teknis menulis artikel kepada peserta.

Sebelum acara ditutup, Baehaqi Muhammad sebagai moderator menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemateri dan peserta yang telah hadir, ia menjelaskan bahwa akan ada "Kelas Menulis Angkatan Perubahan" berikutnya, sehingga teman-teman yang lain bisa berkesempatan mengikuti kegiatan ini di lain waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemandian Air Panas Sangkanhurip Kuningan

Kali ini artikel berasal dari Taman Rekreasi Sangkanurip Alami. Di sana terdapat berbagai fasilitas yang bisa kamu dapati. Apa saja, ya? Yuk, lanjutkan bacanya. Taman Rekreasi Sangkanurip Alami berlokasi di Desa Sangkanurip, Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Yang mana fasilitas rekreasi tersebut terdiri dari kolam renang air panas alam, kolam renang air dingin, luncuran naga, kolam renang anak-anak, kolam renang balita, kamar mandi air panas, panggung hiburan, dan kios cinderamata. Dengan berbagai fasilitas tersebut, aku tidak perlu khawatir kocek terkuras habis karena biaya masuk hanya berkisar Rp 12.000,- untuk kategori dewasa dan ada juga Rp 10.000,- untuk kategori usia anak-anak. Sebelum mencoba menyelamkan diri di kolam renang air dingin, aku mencoba merendamkan diri di kolam renang air panas alam. Wah, jangan diragukan lagi deh panasnya! Ada salah satu pengunjung taman rekreasi yang mengatakan jika telur dicemplungkan ke dalam air panas itu pasti tidak menunggu waktu yang l...

"Dialog Diri: Mindset"

Budaya konsumtif yang dibahas di berbagai media sosial, membuatku mempertanyakan diri sendiri. “Apakah ketika aku hendak membeli barang, berdasarkan keinginan atau memang sedang dibutuhkan?” Misalnya, saat ada diskon buku sekian persen, dengan mempertimbangkan rak buku yang melampaui kapasitas penyimpanan, lantas aku memberhentikan sementara membeli buku. Kalau pun mau menambah buku bacaan, mesti yang aku butuhkan dalam waktu dekat. “Jika tidak tegas terhadap diriku sendiri, besar kemungkinan orang lain atau sesuatu di luar diri yang akan berperilaku seperti itu kepadaku. Besar kemungkinan itulah yang akan mengendalikanku.” Mengkonsumsi, memiliki, dan melakukan sesuatu tentunya boleh-boleh saja, asalkan tahu bahwa itu tidak berdampak buruk bagi diri sendiri. Bagaimana caranya tahu? Ikuti kata hati. Bicara budaya konsumtif, suatu hari aku menyaksikan sebuah tayangan di akun Youtube Telkomsel yang berjudul “ Poor Mindset vs Rich Mindset ” dengan menampilkan Desi Anwar beserta gag...

"Dialog Diri: Giveaway Buku"

Aku tertarik dengan kalimat dalam buku “Aku menulis maka aku ada” karya Maman Suherman pada halaman 104. Yang mana dikatakan bahwa bukan seberapa panjang kutipan yang kita buat, akan tetapi yang lebih penting adalah gagasan apa yang kita sampaikan. Menurutku, itu bisa diterapkan ke dalam giveaway yang sering kali aku ikuti. Ya, kemarin aku mengikuti giveaway di akun Twitter Kang Maman untuk mendapatkan buku “Re dan peRempaun.” Aku sampaikan apa alasan ingin membaca buku tersebut dengan teringat kalimat halaman 104. “Saya pilih buku Re dan peRempuan. Mau baca lebih lengkap kisah kehidupan Mbak Re: tuk pembelajaran diri. Melalui gaya penuturan Kang Maman yang informatif, menggelitik dan bikin saya   terisak. Mbak Re: terima kasih sdh hadir bersama kami #jnebukukopi.” Tidak disangka komentarku dalam giveaway tersebut di-retweet oleh Kang Maman. Kemudian berhasil memenangkan hadiah buku “Re dan peRempuan” beserta Kopi Menggairahkan yang juga sempat aku dapatkan sebelumnya di give...