THE POWER OF NETWORKING: Nikmatnya banyak teman, banyak rezeki, dan panjang umur dari menjalin pertemanan
Penulis : Dodi Mawardi dan Dani Miftahul Akhyar
Penerbit : Raih Asa Sukses
Cetakan : Jakarta, 2010
Setelah membaca buku The Power Of Networking, saya mendapatkan banyak pandangan mengenai networking. Seperti yang telah dibahas dalam buku ini, networking adalah relasi atau hubungan kita dengan orang lain. Aristoteles membedakan networking menjadi dua, yaitu berdasarkan hubungan saling menguntungkan dan berdasarkan kesenangan. Ia menegaskan bahwa dasar paling kuat dari hubungan antarmanusia adalah niat baik.
Buku The Power of Networking terdiri lima pembahasan, diantaranya: Networking (silaturahim), Ragam networking, Cara ampuh menjalin networking, Trik ber-networking dan Inspirasi dari networking.
Semua pembahasan saling berkesinambungan, yang mana setelah kita mengetahui pengertian dan makna networking serta ragam networking, tentunya kita ingin tahu bagaimana cara menjalin networking yang tepat dengan trik yang jitu lalu membaca kisah mengenai networking dari tokoh-tokoh inspirasi terkenal yang menjadikan semakin semangat membaca.
Saya sangat tertarik ketika buku ini membahas tips mengatasi rasa malu karena semua orang pasti pernah merasakan malu, tentunya tips tersebut sangat berguna. Perlu kita ketahui bahwa rasa malu bisa menghambat proses networking.
Di dalam buku ini, terdapat tips untuk mengatasi rasa malu menurut Jeff Meshel, seorang pengarang buku Secrets of A Master Networker. Apa saja ya tipsnya? Yuk mari disimak.
(Sumber foto: https://www.google.co.id/search?q=kekuatan+dan+kelemahannya&client=ms-android)
Pertama, kenali kekuatan dan kelemahan kita yang terkait dengan kepribadian. Setelah kita dapat menerima diri sendiri, rasa malu akan hilang dengan sendirinya. Maksimalkan kekuatan kita dan perbaiki permasalahannya.
Kedua, ada banyak pendekatan bagi setiap permasalahan. Hanya ada beberapa pendapat yang memang benar atau memang salah, artinya kebenaran itu relatif. Jangan pernah takut untuk berbicara dan menyampaikan pendapat dengan orang lain.
(Sumber foto: https://www.google.co.id/search?q=berbicara+di+depan+umum&client=ms-android)
Ketiga, berlatih dan persiapkanlah. Tetapkanlah tujuan yang ingin kita capai, karena banyak sekali pendapat negatif mengenai orang pemalu. “Orang yang pemalu tidak akan bisa mendapatkan kesepakatan bisnis yang menjanjikan karena ia malu untuk meminta dan menegosiasikannya”, “Orang yang pemalu tidak akan pernah dilihat oleh atasan dan rekan kerja”. Oleh karena itu, berlatih dan dan persiapkanlah untuk tujuan yang ingin kita capai, misalnya berlatih melakukan presentasi sebelum benar-benar melakukan presentasi dan berlatih mengatur kata-kata saat hendak melakukan penawaran.
Keempat, jangan memfokuskan pembicaraan pada diri sendiri. Belajarlah untuk tidak melulu membicarakan diri sendiri kepada lawan bicara, karena kita bisa dinilai sombong dan terlalu percaya diri.
Kelima, jangan takut untuk mengajukan pertanyaan tetapi juga jangan terus-menerus bertanya seperti menginterogasi, karena lawan bicara bisa tidak nyaman berinteraksi dengan kita. Lalu cobalah sesekali merespon jawabannya untuk menimbulkan kesan positif bahwa kita adalah orang yang responsif dan penuh perhatian.
Itulah sedikit ulasan dari buku The Power Of Networking yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat!
Penulis : Dodi Mawardi dan Dani Miftahul Akhyar
Penerbit : Raih Asa Sukses
Cetakan : Jakarta, 2010
Setelah membaca buku The Power Of Networking, saya mendapatkan banyak pandangan mengenai networking. Seperti yang telah dibahas dalam buku ini, networking adalah relasi atau hubungan kita dengan orang lain. Aristoteles membedakan networking menjadi dua, yaitu berdasarkan hubungan saling menguntungkan dan berdasarkan kesenangan. Ia menegaskan bahwa dasar paling kuat dari hubungan antarmanusia adalah niat baik.
Buku The Power of Networking terdiri lima pembahasan, diantaranya: Networking (silaturahim), Ragam networking, Cara ampuh menjalin networking, Trik ber-networking dan Inspirasi dari networking.
Semua pembahasan saling berkesinambungan, yang mana setelah kita mengetahui pengertian dan makna networking serta ragam networking, tentunya kita ingin tahu bagaimana cara menjalin networking yang tepat dengan trik yang jitu lalu membaca kisah mengenai networking dari tokoh-tokoh inspirasi terkenal yang menjadikan semakin semangat membaca.
Saya sangat tertarik ketika buku ini membahas tips mengatasi rasa malu karena semua orang pasti pernah merasakan malu, tentunya tips tersebut sangat berguna. Perlu kita ketahui bahwa rasa malu bisa menghambat proses networking.
Di dalam buku ini, terdapat tips untuk mengatasi rasa malu menurut Jeff Meshel, seorang pengarang buku Secrets of A Master Networker. Apa saja ya tipsnya? Yuk mari disimak.
(Sumber foto: https://www.google.co.id/search?q=kekuatan+dan+kelemahannya&client=ms-android)
Pertama, kenali kekuatan dan kelemahan kita yang terkait dengan kepribadian. Setelah kita dapat menerima diri sendiri, rasa malu akan hilang dengan sendirinya. Maksimalkan kekuatan kita dan perbaiki permasalahannya.
Kedua, ada banyak pendekatan bagi setiap permasalahan. Hanya ada beberapa pendapat yang memang benar atau memang salah, artinya kebenaran itu relatif. Jangan pernah takut untuk berbicara dan menyampaikan pendapat dengan orang lain.
(Sumber foto: https://www.google.co.id/search?q=berbicara+di+depan+umum&client=ms-android)
Ketiga, berlatih dan persiapkanlah. Tetapkanlah tujuan yang ingin kita capai, karena banyak sekali pendapat negatif mengenai orang pemalu. “Orang yang pemalu tidak akan bisa mendapatkan kesepakatan bisnis yang menjanjikan karena ia malu untuk meminta dan menegosiasikannya”, “Orang yang pemalu tidak akan pernah dilihat oleh atasan dan rekan kerja”. Oleh karena itu, berlatih dan dan persiapkanlah untuk tujuan yang ingin kita capai, misalnya berlatih melakukan presentasi sebelum benar-benar melakukan presentasi dan berlatih mengatur kata-kata saat hendak melakukan penawaran.
Keempat, jangan memfokuskan pembicaraan pada diri sendiri. Belajarlah untuk tidak melulu membicarakan diri sendiri kepada lawan bicara, karena kita bisa dinilai sombong dan terlalu percaya diri.
Kelima, jangan takut untuk mengajukan pertanyaan tetapi juga jangan terus-menerus bertanya seperti menginterogasi, karena lawan bicara bisa tidak nyaman berinteraksi dengan kita. Lalu cobalah sesekali merespon jawabannya untuk menimbulkan kesan positif bahwa kita adalah orang yang responsif dan penuh perhatian.
Itulah sedikit ulasan dari buku The Power Of Networking yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat!



Komentar