Langsung ke konten utama

Penyerahan Beasiswa "Blue Bird"

Pada tahun 2018, di usianya yang menginjak 46 tahun, Blue Bird mempunyai tagline "Sepenuh hati mendengarkan, melayani, berinovasi, menemani". Selaras dengan tagline tersebut, Blue Bird Group telah menyelenggarakan acara penyerahan beasiswa anak asuh dan beasiswa pendidikan kepada jenjang SMA/SMK dan mahasiswa di Gedung Pusat Blue Bird Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (12/5/18).

Beasiswa ini diperuntukan bagi anak yang berasal dari keluarga karyawan maupun pengemudi Blue Bird. Persyaratan untuk mendapatkan beasiswa bagi jenjang SMA/SMK antara lain; mendapatkan rangking 1 hingga 5 pada semester sebelumnya. Untuk jenjang mahasiswa pada bidang eksak minimal IP 2,50 dan noneksak minimal 2,75 pada semester sebelumnya. Selain tolak ukur berupa rangking dan IP tersebut, Perusahaan Blue Bird Group juga menilai kinerja orang tua calon penerima beasiswa. Sehingga adanya korelasi antara orang tua dan anak.

Beasiswa merupakan salah satu program Blue Bird Peduli untuk mengapresiasi perjuangan Ibu Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, S.H (pendiri taksi Blue Bird) yang selalu dikenang kata-katanya.
"Aku tidak meninggalkan apa-apa untuk anak-anakku, aku hanya bisa meninggalkan nilai-nilai idiil."

Nilai-nilai idiil bisa didapatkan melalui pendidikan, oleh karena itu Blue Bird senantiasa memberikan beasiswa sebagai apresiasi atas kerja keras dan konsistennya karyawan serta pengemudi yang perusahaan tersebut miliki.

Amelia Nasution, Marketing PT Blue Bird Tbk dalam laporannya menyatakan bahwa lebih dari 1500 peserta tiap semester di tahun 2017 yang mendapatkan beasiswa dan lebih dari 1500 peserta tiap semester di tahun 2018, dengan persentase 11 sampai 17% penerima beasiswa meningkat pada jenjang S1. Ini sebagai bukti bahwa orang tua (karyawan dan pengemudi) berusaha agar anaknya berpendidikan tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemandian Air Panas Sangkanhurip Kuningan

Kali ini artikel berasal dari Taman Rekreasi Sangkanurip Alami. Di sana terdapat berbagai fasilitas yang bisa kamu dapati. Apa saja, ya? Yuk, lanjutkan bacanya. Taman Rekreasi Sangkanurip Alami berlokasi di Desa Sangkanurip, Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Yang mana fasilitas rekreasi tersebut terdiri dari kolam renang air panas alam, kolam renang air dingin, luncuran naga, kolam renang anak-anak, kolam renang balita, kamar mandi air panas, panggung hiburan, dan kios cinderamata. Dengan berbagai fasilitas tersebut, aku tidak perlu khawatir kocek terkuras habis karena biaya masuk hanya berkisar Rp 12.000,- untuk kategori dewasa dan ada juga Rp 10.000,- untuk kategori usia anak-anak. Sebelum mencoba menyelamkan diri di kolam renang air dingin, aku mencoba merendamkan diri di kolam renang air panas alam. Wah, jangan diragukan lagi deh panasnya! Ada salah satu pengunjung taman rekreasi yang mengatakan jika telur dicemplungkan ke dalam air panas itu pasti tidak menunggu waktu yang l...

"Dialog Diri: Mindset"

Budaya konsumtif yang dibahas di berbagai media sosial, membuatku mempertanyakan diri sendiri. “Apakah ketika aku hendak membeli barang, berdasarkan keinginan atau memang sedang dibutuhkan?” Misalnya, saat ada diskon buku sekian persen, dengan mempertimbangkan rak buku yang melampaui kapasitas penyimpanan, lantas aku memberhentikan sementara membeli buku. Kalau pun mau menambah buku bacaan, mesti yang aku butuhkan dalam waktu dekat. “Jika tidak tegas terhadap diriku sendiri, besar kemungkinan orang lain atau sesuatu di luar diri yang akan berperilaku seperti itu kepadaku. Besar kemungkinan itulah yang akan mengendalikanku.” Mengkonsumsi, memiliki, dan melakukan sesuatu tentunya boleh-boleh saja, asalkan tahu bahwa itu tidak berdampak buruk bagi diri sendiri. Bagaimana caranya tahu? Ikuti kata hati. Bicara budaya konsumtif, suatu hari aku menyaksikan sebuah tayangan di akun Youtube Telkomsel yang berjudul “ Poor Mindset vs Rich Mindset ” dengan menampilkan Desi Anwar beserta gag...

"Dialog Diri: Giveaway Buku"

Aku tertarik dengan kalimat dalam buku “Aku menulis maka aku ada” karya Maman Suherman pada halaman 104. Yang mana dikatakan bahwa bukan seberapa panjang kutipan yang kita buat, akan tetapi yang lebih penting adalah gagasan apa yang kita sampaikan. Menurutku, itu bisa diterapkan ke dalam giveaway yang sering kali aku ikuti. Ya, kemarin aku mengikuti giveaway di akun Twitter Kang Maman untuk mendapatkan buku “Re dan peRempaun.” Aku sampaikan apa alasan ingin membaca buku tersebut dengan teringat kalimat halaman 104. “Saya pilih buku Re dan peRempuan. Mau baca lebih lengkap kisah kehidupan Mbak Re: tuk pembelajaran diri. Melalui gaya penuturan Kang Maman yang informatif, menggelitik dan bikin saya   terisak. Mbak Re: terima kasih sdh hadir bersama kami #jnebukukopi.” Tidak disangka komentarku dalam giveaway tersebut di-retweet oleh Kang Maman. Kemudian berhasil memenangkan hadiah buku “Re dan peRempuan” beserta Kopi Menggairahkan yang juga sempat aku dapatkan sebelumnya di give...