Langsung ke konten utama

Contoh Sederhana Penulisan Esai

Untuk kamu yang bertanya-tanya, pernahkah saya mengikuti sebuah perlombaan?
Ya, saya pernah jadi peserta lomba, salah satunya lomba menulis esai. 


Berikut ini adalah contoh tulisan karya saya yang pernah diikutsertakan dalam lomba Esai yang diselenggarakan oleh HMJ Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten tahun 2016, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai Esai.
                                                          



TEKNOLOGI
Tak ada gading yang tak retak, peribahasa ini memang sewajarnya dipelajari oleh masyarakat umum, khususnya kalangan anak muda zaman sekarang. Di era modern dan dengan kemajuan teknologi, lantas bagaimana agar negara kita mampu memperbaiki moral generasi muda? 

Dengan berbagai cara, kedua orang tua mengajarkan saya tentang pendidikan juga kesopanan. Melalui televisi juga saya seringkali belajar tentang pendidikan, contohnya terinspirasi untuk semangat belajar karena menonton acara “Cerdas cermat MPR” serta “Generasi emas” yang ditayangkan oleh TVRI.

Generasi muda merupakan penerus bangsa, mengapa demikian? Itu karena semua manusia pasti akan bertambah tua dan memberikan jabatannya kepada yang muda serta berkemampuan.

Memberikan contoh yang baik, tidak hanya melalui siaran televisi. Untuk masyarakat yang berada dekat dengan kampus 1 Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, bisa mendengarkan saya dan Herma saat  siaran radio dengan tema “Buku jendela dunia” pada pukul 15:00 sampai 17:00 WIB setiap hari Senin, Selasa dan Kamis.
 
Tetap mendengarkan 107,7 RIS FM, karena dengan adanya siaran tersebut diharapkan masyarakat yang mendengar kembali kepada budaya membaca sebelum bertanya. Herma dan saya setiap siaran selalu memberikan kata-kata motivasi, informasi tentang buku dan juga berbagai tips membaca.

Kegiatan siaran menjadi penyemangat untuk kami berdua juga rekan-rekan mahasiswa lainnya, Mulailah dari hal kecil karena kita akan terbiasa jika sudah biasa melakukan hal tersebut, dari pada menghabiskan waktu tanpa ada manfaatnya.

Selain siaran, saya juga melatih kemampuan menulis melalui media sosial Facebook. Bergabung dengan “Komunitas bisa menulis” yang diadakan oleh suami dari penulis terkenal Asma Nadia, yakni Isa Alamsyah sejak tahun 2015.

Memanfaatkan media sosial dan media lainnya dengan baik memang susah-susah mudah. Dengan adanya kemajuan teknologi diharapkan generasi muda selalu menjunjung tinggi moral bangsa. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang? Kapan lagi?

Kemajuan teknologi tidak boleh ditolak mentah-mentah namun tidak juga diterima begitu saja. Perlu adanya penyaringan budaya, karena tekonologi yang datang ke Indonesia sudah pasti membawa budaya dari negara pembuatnya. Indonesia bisa, Indonesia jaya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemandian Air Panas Sangkanhurip Kuningan

Kali ini artikel berasal dari Taman Rekreasi Sangkanurip Alami. Di sana terdapat berbagai fasilitas yang bisa kamu dapati. Apa saja, ya? Yuk, lanjutkan bacanya. Taman Rekreasi Sangkanurip Alami berlokasi di Desa Sangkanurip, Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Yang mana fasilitas rekreasi tersebut terdiri dari kolam renang air panas alam, kolam renang air dingin, luncuran naga, kolam renang anak-anak, kolam renang balita, kamar mandi air panas, panggung hiburan, dan kios cinderamata. Dengan berbagai fasilitas tersebut, aku tidak perlu khawatir kocek terkuras habis karena biaya masuk hanya berkisar Rp 12.000,- untuk kategori dewasa dan ada juga Rp 10.000,- untuk kategori usia anak-anak. Sebelum mencoba menyelamkan diri di kolam renang air dingin, aku mencoba merendamkan diri di kolam renang air panas alam. Wah, jangan diragukan lagi deh panasnya! Ada salah satu pengunjung taman rekreasi yang mengatakan jika telur dicemplungkan ke dalam air panas itu pasti tidak menunggu waktu yang l...

"Dialog Diri: Mindset"

Budaya konsumtif yang dibahas di berbagai media sosial, membuatku mempertanyakan diri sendiri. “Apakah ketika aku hendak membeli barang, berdasarkan keinginan atau memang sedang dibutuhkan?” Misalnya, saat ada diskon buku sekian persen, dengan mempertimbangkan rak buku yang melampaui kapasitas penyimpanan, lantas aku memberhentikan sementara membeli buku. Kalau pun mau menambah buku bacaan, mesti yang aku butuhkan dalam waktu dekat. “Jika tidak tegas terhadap diriku sendiri, besar kemungkinan orang lain atau sesuatu di luar diri yang akan berperilaku seperti itu kepadaku. Besar kemungkinan itulah yang akan mengendalikanku.” Mengkonsumsi, memiliki, dan melakukan sesuatu tentunya boleh-boleh saja, asalkan tahu bahwa itu tidak berdampak buruk bagi diri sendiri. Bagaimana caranya tahu? Ikuti kata hati. Bicara budaya konsumtif, suatu hari aku menyaksikan sebuah tayangan di akun Youtube Telkomsel yang berjudul “ Poor Mindset vs Rich Mindset ” dengan menampilkan Desi Anwar beserta gag...

"Dialog Diri: Giveaway Buku"

Aku tertarik dengan kalimat dalam buku “Aku menulis maka aku ada” karya Maman Suherman pada halaman 104. Yang mana dikatakan bahwa bukan seberapa panjang kutipan yang kita buat, akan tetapi yang lebih penting adalah gagasan apa yang kita sampaikan. Menurutku, itu bisa diterapkan ke dalam giveaway yang sering kali aku ikuti. Ya, kemarin aku mengikuti giveaway di akun Twitter Kang Maman untuk mendapatkan buku “Re dan peRempaun.” Aku sampaikan apa alasan ingin membaca buku tersebut dengan teringat kalimat halaman 104. “Saya pilih buku Re dan peRempuan. Mau baca lebih lengkap kisah kehidupan Mbak Re: tuk pembelajaran diri. Melalui gaya penuturan Kang Maman yang informatif, menggelitik dan bikin saya   terisak. Mbak Re: terima kasih sdh hadir bersama kami #jnebukukopi.” Tidak disangka komentarku dalam giveaway tersebut di-retweet oleh Kang Maman. Kemudian berhasil memenangkan hadiah buku “Re dan peRempuan” beserta Kopi Menggairahkan yang juga sempat aku dapatkan sebelumnya di give...