
(Dokumentasi https://goo.gl/images/eFtYvn)
Suka nulis tapi bingung mau nulis apa?
Hal seperti ini nggak cuma kamu aja yang ngerasain.
Banyak orang yang aku temui curhat "Bingung mau nulis apa!"
Oke, aku akan share tips untuk teman-teman semua tentang kebiasaan yang mungkin bisa jadi penyemangat untuk memulai atau pun melanjutkan tulisan.
1. Cari Info
Nah, hal pertama yang dilakukan kalau bingung mau nulis apa, cari info lomba menulis di medsos. Biasanya aku langsung tertarik untuk nulis sesuai dengan ketentuan lomba. Misalnya lomba menulis quote, esai, puisi, dan cerpen. Lalu ada juga lomba menulis pantun.
2. Baca Buku
Karena bingung mau nulis apa, aku sering baca buku untuk menghilangkan kegalauan itu. Jenis buku yang dibaca menyesuaikan dengan suasana hati. Nggak jarang setelah baca buku, aku terinspirasi untuk menulis suatu hal. Yuk, ditiru tips kedua ini :D
3. Refreshing
Teman-teman sering banget kan denger di luar sana yang berkata: "Duh gue butuh refreshing!"
Kenyataannya iya loh, aku sering banget nemuin hal-hal unik selama me-refresh pikiran.
Dari mulai ketemu orang baru, kejadian baru, sampai buku baru **sering ngabisin uang buat beli buku, hehe.
Dari hal baru itulah aku mencoba nulis, apalagi saat ingatan masih kuat banget, kalau nulisnya ditunda-tunda nanti bisa lupa.
Untuk tips ketiga, banyak yang kasih aku pencerahan "Segala sesuatu di sekitar kita bisa jadi tulisan."
Ini tips versiku, ya. Sudah banyak tips menulis yang jitu dari blog lainnya. Silakan dibaca untuk menambah wawasan.
Kenyataannya iya loh, aku sering banget nemuin hal-hal unik selama me-refresh pikiran.
Dari mulai ketemu orang baru, kejadian baru, sampai buku baru **sering ngabisin uang buat beli buku, hehe.
Dari hal baru itulah aku mencoba nulis, apalagi saat ingatan masih kuat banget, kalau nulisnya ditunda-tunda nanti bisa lupa.
Untuk tips ketiga, banyak yang kasih aku pencerahan "Segala sesuatu di sekitar kita bisa jadi tulisan."
Ini tips versiku, ya. Sudah banyak tips menulis yang jitu dari blog lainnya. Silakan dibaca untuk menambah wawasan.
Komentar