Langsung ke konten utama

Meski Terlambat, Tetap Temukan Passionmu!

Hai, kali ini kita akan membahas tentang passion. Kalau boleh bertanya, passion kalian apa dan sejak kapan tahu kalau itulah passion yang sebenarnya?
Penulis sendiri baru bisa menemukan passion saat berkuliah.

Karena lingkungan kampus banyak yang hobby menulis dan penulis tertarik untuk bisa belajar menulis. Nah, penulis mau berbagi pengalaman cara menemukan passion, silakan disimak ya:

1. Jangan mudah menyerah
Bagi sebagian orang untuk mengetahui passion yang sebenarnya sangatlah mudah, apalagi jika hidupnya sejak kecil ditunjang oleh fasilitas-fasilitas yang cukup memadai. Namun berbeda ketika seorang anak dituntut untuk melakukan segala sesuatu dengan pemikiran diri sendiri serta tidak ditunjang dengan berbagai fasilitas. Maka janganlah mudah menyerah!

Semua orang pernah menyerah, namun kita tidak boleh berlama-lama dengan rasa pesimis.

2. Tanyakan kepada teman terdekat
Teman-teman terdekat pernah menjadi sasaran penulis. Karena saat SMA, penulis banyak nanya ke mereka, berharap mendapatkan pencerahan tentang passion yang sebenarnya, hihi.
Namun mereka kembalikan jawaban ke diri penulis, secara garis besar mereka berkata: “Kamu lebih suka ngapain? Itulah passionmu, kamu betah melakukan itu, maka lanjutkan”.

Saat itu sedang hobby presentasi, jadi penulis berpendapat kemungkinan itu passion yang sebenarnya.

3. Lakukan banyak hal
Menggambar, melukis, mewarnai, design, matematika, fisika, bernyanyi, menari, dan berenang. Apa yang disebutkan sebelumnya sebenarnya bukan keahlian penulis, tapi hal-hal tersebut pernah penulis coba.
Jangan berpikir kalau sebenarnya dirimu tidak bisa apa-apa, pasti kamu punya kemampuan, namun perlu diasah.

4. Passionmu
Percaya atau tidak, sebenarnya passionmu hanya kamu yang bisa bangkitkan. Jadi passion perlu diasah sehingga bisa berdampak baik untuk kemajuan hidup. Kalau sudah tahu passionmu apa, terus gali, bisa jadi kamu adalah calon penulis, penyanyi, model, atau pun eksmud di masa mendatang.

5. Bersyukur
Bersyukur adalah poin terakhir yang berusaha penulis terapkan di kehidupan sehari-hari, kita harus banyak-banyak bersyukur ya. Ketika sudah mengetahui dan mengembangkan passion kita, maka rasa syukur bisa menjadi penyemangat di kala suntuk melanda. For your information, banyak hal yang bisa membuat mager (males gerak) yang menyebabkan kita setengah-setengah dalam melakukan sesuatu.

Oke, itulah lima tips untuk menemukan passion yang sesungguhnya berdasarkan pengalaman penulis. Semoga bermanfaat ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemandian Air Panas Sangkanhurip Kuningan

Kali ini artikel berasal dari Taman Rekreasi Sangkanurip Alami. Di sana terdapat berbagai fasilitas yang bisa kamu dapati. Apa saja, ya? Yuk, lanjutkan bacanya. Taman Rekreasi Sangkanurip Alami berlokasi di Desa Sangkanurip, Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Yang mana fasilitas rekreasi tersebut terdiri dari kolam renang air panas alam, kolam renang air dingin, luncuran naga, kolam renang anak-anak, kolam renang balita, kamar mandi air panas, panggung hiburan, dan kios cinderamata. Dengan berbagai fasilitas tersebut, aku tidak perlu khawatir kocek terkuras habis karena biaya masuk hanya berkisar Rp 12.000,- untuk kategori dewasa dan ada juga Rp 10.000,- untuk kategori usia anak-anak. Sebelum mencoba menyelamkan diri di kolam renang air dingin, aku mencoba merendamkan diri di kolam renang air panas alam. Wah, jangan diragukan lagi deh panasnya! Ada salah satu pengunjung taman rekreasi yang mengatakan jika telur dicemplungkan ke dalam air panas itu pasti tidak menunggu waktu yang l...

"Dialog Diri: Mindset"

Budaya konsumtif yang dibahas di berbagai media sosial, membuatku mempertanyakan diri sendiri. “Apakah ketika aku hendak membeli barang, berdasarkan keinginan atau memang sedang dibutuhkan?” Misalnya, saat ada diskon buku sekian persen, dengan mempertimbangkan rak buku yang melampaui kapasitas penyimpanan, lantas aku memberhentikan sementara membeli buku. Kalau pun mau menambah buku bacaan, mesti yang aku butuhkan dalam waktu dekat. “Jika tidak tegas terhadap diriku sendiri, besar kemungkinan orang lain atau sesuatu di luar diri yang akan berperilaku seperti itu kepadaku. Besar kemungkinan itulah yang akan mengendalikanku.” Mengkonsumsi, memiliki, dan melakukan sesuatu tentunya boleh-boleh saja, asalkan tahu bahwa itu tidak berdampak buruk bagi diri sendiri. Bagaimana caranya tahu? Ikuti kata hati. Bicara budaya konsumtif, suatu hari aku menyaksikan sebuah tayangan di akun Youtube Telkomsel yang berjudul “ Poor Mindset vs Rich Mindset ” dengan menampilkan Desi Anwar beserta gag...

"Dialog Diri: Giveaway Buku"

Aku tertarik dengan kalimat dalam buku “Aku menulis maka aku ada” karya Maman Suherman pada halaman 104. Yang mana dikatakan bahwa bukan seberapa panjang kutipan yang kita buat, akan tetapi yang lebih penting adalah gagasan apa yang kita sampaikan. Menurutku, itu bisa diterapkan ke dalam giveaway yang sering kali aku ikuti. Ya, kemarin aku mengikuti giveaway di akun Twitter Kang Maman untuk mendapatkan buku “Re dan peRempaun.” Aku sampaikan apa alasan ingin membaca buku tersebut dengan teringat kalimat halaman 104. “Saya pilih buku Re dan peRempuan. Mau baca lebih lengkap kisah kehidupan Mbak Re: tuk pembelajaran diri. Melalui gaya penuturan Kang Maman yang informatif, menggelitik dan bikin saya   terisak. Mbak Re: terima kasih sdh hadir bersama kami #jnebukukopi.” Tidak disangka komentarku dalam giveaway tersebut di-retweet oleh Kang Maman. Kemudian berhasil memenangkan hadiah buku “Re dan peRempuan” beserta Kopi Menggairahkan yang juga sempat aku dapatkan sebelumnya di give...