Langsung ke konten utama

Cara Jitu Tanamkan Jiwa Wirausaha Siswa

Ramadan bulan penuh rahmat, digunakan oleh Sekolah Dasar Islam Khalifah Serang untuk membentuk jiwa entrepreunership yang bertauhid.


“Murid-murid diajarkan berdagang sejak kecil di sekolah dengan nama program market day dari kelas satu hingga lima. Namun yang sedang dipraktikan ialah program Market Ramadan, dikhususkan setahun sekali di tempat keramaian,” tutur Kepala Sekolah SD Islam Khalifah bernama Khaerudin, S.Pd saat diwawancarai, Selasa (29/05/2018).


Selain berjualan di stand yang telah disediakan, murid Sekolah Dasar Islam Khalifah Serang menjajakan makanannya dengan berkeliling di pelataran Masjid Agung Ats-Tsauroh dengan harga yang relatif murah. Tujuannya agar mereka berlatih mental sabar dan keberanian menjajakan makanan, yang nantinya hasil penjualan akan disedekahkan untuk donasi peduli Palestina.

“Setiap anak ada yang membuat makanan dan minuman, sehingga kegiatan Market Ramadan ini diperuntukan dari anak dan untuk anak. Pihak sekolah hanya memfasilitasi tempat saja, dengan begitu kita tidak bertujuan untuk mencari untung seperti layaknya orang berjualan,” ucap Khaerudin.

Ketika diwawancarai, Kepala Sekolah SD Islam Khalifah Serang menjelaskan bahwa orang tua murid sangat mendukung kegiatan yang diadakan berupa Market Ramadan setiap tahun dengan 90% murid yang mengikuti kegiatan ini.
Ia berharap agar para siswa kelak mempunyai cita-cita menjadi pengusaha sesuai dengan sunah Rasul.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemandian Air Panas Sangkanhurip Kuningan

Kali ini artikel berasal dari Taman Rekreasi Sangkanurip Alami. Di sana terdapat berbagai fasilitas yang bisa kamu dapati. Apa saja, ya? Yuk, lanjutkan bacanya. Taman Rekreasi Sangkanurip Alami berlokasi di Desa Sangkanurip, Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Yang mana fasilitas rekreasi tersebut terdiri dari kolam renang air panas alam, kolam renang air dingin, luncuran naga, kolam renang anak-anak, kolam renang balita, kamar mandi air panas, panggung hiburan, dan kios cinderamata. Dengan berbagai fasilitas tersebut, aku tidak perlu khawatir kocek terkuras habis karena biaya masuk hanya berkisar Rp 12.000,- untuk kategori dewasa dan ada juga Rp 10.000,- untuk kategori usia anak-anak. Sebelum mencoba menyelamkan diri di kolam renang air dingin, aku mencoba merendamkan diri di kolam renang air panas alam. Wah, jangan diragukan lagi deh panasnya! Ada salah satu pengunjung taman rekreasi yang mengatakan jika telur dicemplungkan ke dalam air panas itu pasti tidak menunggu waktu yang l...

"Dialog Diri: Mindset"

Budaya konsumtif yang dibahas di berbagai media sosial, membuatku mempertanyakan diri sendiri. “Apakah ketika aku hendak membeli barang, berdasarkan keinginan atau memang sedang dibutuhkan?” Misalnya, saat ada diskon buku sekian persen, dengan mempertimbangkan rak buku yang melampaui kapasitas penyimpanan, lantas aku memberhentikan sementara membeli buku. Kalau pun mau menambah buku bacaan, mesti yang aku butuhkan dalam waktu dekat. “Jika tidak tegas terhadap diriku sendiri, besar kemungkinan orang lain atau sesuatu di luar diri yang akan berperilaku seperti itu kepadaku. Besar kemungkinan itulah yang akan mengendalikanku.” Mengkonsumsi, memiliki, dan melakukan sesuatu tentunya boleh-boleh saja, asalkan tahu bahwa itu tidak berdampak buruk bagi diri sendiri. Bagaimana caranya tahu? Ikuti kata hati. Bicara budaya konsumtif, suatu hari aku menyaksikan sebuah tayangan di akun Youtube Telkomsel yang berjudul “ Poor Mindset vs Rich Mindset ” dengan menampilkan Desi Anwar beserta gag...

"Dialog Diri: Giveaway Buku"

Aku tertarik dengan kalimat dalam buku “Aku menulis maka aku ada” karya Maman Suherman pada halaman 104. Yang mana dikatakan bahwa bukan seberapa panjang kutipan yang kita buat, akan tetapi yang lebih penting adalah gagasan apa yang kita sampaikan. Menurutku, itu bisa diterapkan ke dalam giveaway yang sering kali aku ikuti. Ya, kemarin aku mengikuti giveaway di akun Twitter Kang Maman untuk mendapatkan buku “Re dan peRempaun.” Aku sampaikan apa alasan ingin membaca buku tersebut dengan teringat kalimat halaman 104. “Saya pilih buku Re dan peRempuan. Mau baca lebih lengkap kisah kehidupan Mbak Re: tuk pembelajaran diri. Melalui gaya penuturan Kang Maman yang informatif, menggelitik dan bikin saya   terisak. Mbak Re: terima kasih sdh hadir bersama kami #jnebukukopi.” Tidak disangka komentarku dalam giveaway tersebut di-retweet oleh Kang Maman. Kemudian berhasil memenangkan hadiah buku “Re dan peRempuan” beserta Kopi Menggairahkan yang juga sempat aku dapatkan sebelumnya di give...