Langsung ke konten utama

Bedah Buku "Islam Begitu Dekat"

Siapa yang suka ikut acara bedah buku?
Berikut ini buku yang baru dibedah di Perpusda Banten, mari kita simak!


"Apa yang disampaikan dari hati akan sampai ke hati", sebuah ungkapan yang memukau dari Khaerunisa.
Khaerunisa, seorang perempuan yang mengenakan jilbab pink dengan duduk manisnya adalah pegawai di Perpusda Banten yang berkesempatan menjadi moderator acara bedah buku Islam Begitu Dekat", Kamis (10/05/18) dilaksanakan di ruang BI Corner, Perpusda Banten Kota Serang.

Buku tersebut merupakan kumpulan cerita inspiratif yang dihadiri oleh salah satu penulisnya bernama Ruli Narulita Handayani, seorang lulusan Sastra Indonesia dan Psikologi UI.

Mbak Rulie bercerita bahwa buku perdana ini tercipta karena perbincangan ringan bersama teman-teman kuliahnya. "Tiga puluh enam tahun tidak bertemu, tentunya banyak cerita yang sudah terlewati. Pada akhirnya kami sepakat untuk menghasilkan karya berupa buku", jelasnya saat ditanya latar belakang penulisan buku.

Buku tersebut berjudul "Islam Begitu Dekat", dikarenakan ada salah satu penulis yang mengakumulasi bahwa cerita dari masing-masing penulis tidak terlepas dari agama Islam.
Ketika ditanya oleh audiens, "Apa harapan Mbak Rulie setelah adanya buku "Islam Begitu Dekat?" lalu beliau menjawab:
"Semoga dengan adanya buku ini bisa menepis stigma bahwa Islam itu rumit dan menyadari permasalahan masyarakat umum adalah karena kitanya yang berjarak dengan agama."

Tak lupa diakhir menjawab pertanyaan dari audiens, Mbak Rulie mengutip pernyataan Aa Gym: "Jalankan agama Islam dengan yang mudah, dekat dan apa yang kita bisa."

Mengutip pernyataan Mbak Rulie:
"Menulis bukanlah hal yang mudah, apalagi ketika harus membagi waktu dengan pekerjaan."
Rulie Narulita Handayani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemandian Air Panas Sangkanhurip Kuningan

Kali ini artikel berasal dari Taman Rekreasi Sangkanurip Alami. Di sana terdapat berbagai fasilitas yang bisa kamu dapati. Apa saja, ya? Yuk, lanjutkan bacanya. Taman Rekreasi Sangkanurip Alami berlokasi di Desa Sangkanurip, Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Yang mana fasilitas rekreasi tersebut terdiri dari kolam renang air panas alam, kolam renang air dingin, luncuran naga, kolam renang anak-anak, kolam renang balita, kamar mandi air panas, panggung hiburan, dan kios cinderamata. Dengan berbagai fasilitas tersebut, aku tidak perlu khawatir kocek terkuras habis karena biaya masuk hanya berkisar Rp 12.000,- untuk kategori dewasa dan ada juga Rp 10.000,- untuk kategori usia anak-anak. Sebelum mencoba menyelamkan diri di kolam renang air dingin, aku mencoba merendamkan diri di kolam renang air panas alam. Wah, jangan diragukan lagi deh panasnya! Ada salah satu pengunjung taman rekreasi yang mengatakan jika telur dicemplungkan ke dalam air panas itu pasti tidak menunggu waktu yang l...

"Dialog Diri: Mindset"

Budaya konsumtif yang dibahas di berbagai media sosial, membuatku mempertanyakan diri sendiri. “Apakah ketika aku hendak membeli barang, berdasarkan keinginan atau memang sedang dibutuhkan?” Misalnya, saat ada diskon buku sekian persen, dengan mempertimbangkan rak buku yang melampaui kapasitas penyimpanan, lantas aku memberhentikan sementara membeli buku. Kalau pun mau menambah buku bacaan, mesti yang aku butuhkan dalam waktu dekat. “Jika tidak tegas terhadap diriku sendiri, besar kemungkinan orang lain atau sesuatu di luar diri yang akan berperilaku seperti itu kepadaku. Besar kemungkinan itulah yang akan mengendalikanku.” Mengkonsumsi, memiliki, dan melakukan sesuatu tentunya boleh-boleh saja, asalkan tahu bahwa itu tidak berdampak buruk bagi diri sendiri. Bagaimana caranya tahu? Ikuti kata hati. Bicara budaya konsumtif, suatu hari aku menyaksikan sebuah tayangan di akun Youtube Telkomsel yang berjudul “ Poor Mindset vs Rich Mindset ” dengan menampilkan Desi Anwar beserta gag...

"Dialog Diri: Giveaway Buku"

Aku tertarik dengan kalimat dalam buku “Aku menulis maka aku ada” karya Maman Suherman pada halaman 104. Yang mana dikatakan bahwa bukan seberapa panjang kutipan yang kita buat, akan tetapi yang lebih penting adalah gagasan apa yang kita sampaikan. Menurutku, itu bisa diterapkan ke dalam giveaway yang sering kali aku ikuti. Ya, kemarin aku mengikuti giveaway di akun Twitter Kang Maman untuk mendapatkan buku “Re dan peRempaun.” Aku sampaikan apa alasan ingin membaca buku tersebut dengan teringat kalimat halaman 104. “Saya pilih buku Re dan peRempuan. Mau baca lebih lengkap kisah kehidupan Mbak Re: tuk pembelajaran diri. Melalui gaya penuturan Kang Maman yang informatif, menggelitik dan bikin saya   terisak. Mbak Re: terima kasih sdh hadir bersama kami #jnebukukopi.” Tidak disangka komentarku dalam giveaway tersebut di-retweet oleh Kang Maman. Kemudian berhasil memenangkan hadiah buku “Re dan peRempuan” beserta Kopi Menggairahkan yang juga sempat aku dapatkan sebelumnya di give...